Thursday, 24 November 2016

K-Drama: Romantic Doctor Teacher Kim [First Impression]

Halo...

Ada yang udah nonton drama baru Romantic Doctor Teacher Kim belum? Drama senin-selasa nya SBS yang ngegantiin Moon Lovers. Tayang sejak 7 November lalu dan sekarang sudah sampai episode 4 dari total 20 episode. Dibintangi oleh Han Suk Kyu, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin.


Drama yang secara garis besar (dan sepenangkepan saya setelah nonton sampai 6 episode) bercerita tentang tiga dokter bedah, yaitu:

Dokter Boo Yong Joo (Han Suk Kyu), ahli bedah terkenal, yang tiba-tiba menghilang dan sekarang tinggal di tempat terpencil dan dikenal dengan nama Teacher Kim. Dokter Kang Dong Joo (Yoo Yeon Seok) yang menjadi dokter karena ingin membuktikan bahwa dirinya lebih baik dari 'seseorang', akibat pernah mendapat perlakuan tidak adil hingga ayahnya sampai meninggal. Dan dokter Yoon Seo Jung (Seo Hyun Jin) yang menjadi dokter karena ingin diakui oleh seseorang. 

Dimana Kang Dong Joo dan Yoon Seo Jung ini kemudian bertemu dengan Teacher Kim dan belajar tentang menjadi seorang dokter yang sesungguhnya.


Yap diatas tadi adalah sinopsis singkatnya. Gimana? Sudah mulai tertarik untuk nonton drama ini? Oh atau masih ragu?

Hmm...sebelum drama ini tayang, saya juga ragu dan dilema banget. Agak kurang yakin dengan cerita dan pemilihan judulnya. Tapi di satu sisi ngerasa wajib nonton karena ada bang Yoo Yeon Seok. Salah satu aktor kesukaan saya semenjak dia muncul di Reply 1994. Namun ternyata, setelah episode perdananya tayang tanggal 7 November kemarin, dramanya diatas ekspektasi banget. Saya tidak menyangka langsung 'klik' dengan jalan cerita dan konflik yang ada disini. Padahal baru episode 1, tapi sudah disuguhkan apa saja, dengan pace yang cepat dan intens.

Cerita diawali dengan kisah singkat Dong Joo remaja, lalu beberapa tahun kemudian ia sudah menjadi dokter intern. Disana ia bertemu seorang senior, dokter residen bernama Seo Jung, dimana keduanya bertugas di departemen ER yang hecticnya bukan main. Sampai suatu ketika, dia takjub melihat Seo Jung yang sedang menyelamatkan pasien, sampai Dong Joo pun naksir sama dia. Dan scene ciuman pun terjadi, yang selanjutnya diikuti dengan adegan pernyataan cinta dan keinginan Dong Joo untuk tidur dengan Seo Jung (Seriously, this part was very unexpected!!) Tapi sayangnya dia ditolak. Sudah selesai? Belum! Cerita masih berlanjut, karena selanjutnya Seo Jung beserta sang pacar, yang seorang dokter mengalami kecelakaan mobil, sehingga menyebabkan pacarnya meninggal. Karena merasa bersalah dengan kejadian itu ( dimana terdapat percakapan 'penting' sesaat sebelum terjadi kecelakaan), Seo Jung  pun menghilang. Dan tanpa terasa 5 tahun pun berlalu....

Bagaimana? Terlihat sangat buru-buru yah? Tapi menurut saya tetap memuaskan karena walaupun sangat padat, cerita yang dipaparkan jelas untuk dipahami. Lagi pula, saya pribadi juga suka kalau episode 1 sebuah drama dibuat seprti ini. Dari awal sudah memberi kesan cerita yang menarik, seru dan kuat. Orang-orang yang tadinya pesimis seperti saya pun tidak jadi ragu mengikuti drama ini. Coba kalau bagian seru nya masih nanti-nanti, yang tidak sabaran pasti sudah nyerah duluan kan...

Dan biarpun episede selanjutnya tidak seheboh episode perdananya, semua itu tidak mengurangi keseruan cerita di drama ini. Semakin kesini makin menarik dan mulai terlihat berbagai macam intrik masalah masing-masing dari mereka. Sampai episode 6, cerita malahan semakin seru, terus membuat penasaran, dan jadi tidak sabar menunggu kelanjutannya minggu depan. Sedangkan untuk urusan rating, Romantic Doctor ini juara banget. Dari episode 1 sudah menduduki urutan pertama, dengan rating yang terus meningkat hingga kemarin mencapai 18,9%. 


Yang membuat saya betah di drama ini tentu saja karena Yoo Yeon Seok yang semakin menawan. Dengan postur badan yang tinggi, model potongan rambut pendek, dan disini lebih sering pakai kemeja, selalu membuat saya tidak bisa berkedip memandangnya hehe. Dan aktingnya pun lebih menyenangkan untuk dilihat di drama ini, karena lebih ter-explore dan kuat dibanding saat dia main di drama Reply 1994 dan Warm and Cozy. Seo Hyun Jin pun sama bagusnya, saya suka disini dia berambut pendek, membuat kesan 'Oh Hae Young' nya hilang, apalagi karakter dia dibuat lebih serius. Om Han Suk Kyu pun juga jangan ditanya. Aktor senior yang lebih sering main drama saeguk ini kharismanya tetep tumpah-tumpah biarpun di Romantic Doctor cuman jadi dokter. Pokoknya semuanya keren deh.

Di Romantic Doctor sangat banyak scene-scene drama yang saya suka, seperti Dong Joo-Seo Jung moment. Tapi yang paling favorit ada di episode 5, scene ketika Dong Joo nangis diruang operasi dan hampir nyerah mengoperasi si pasien, karena trauma pernah gagal melakukan prosedur operasi yang sama. Saat dia yang saat itu hopeless dan ketakutan, terus pelan-pelan ngelanjutin operasi itu kok yah sesuatu. Belum lagi scene setelah itu, Teacher Kim datang ke ruang operasi dan mereka berdua perform combine operation, keren deh. Biarpun saya tau, bagian yang nagis-nangis di ruang operasi ini terlihat 'drama' banget.

Oke...sampai sini saja bahasan first impression saya (yang sebenarnya lebih ke curhat) mengenai Romantic Doctor Teacher Kim. Semoga sampai tamat (20 episode), cerita tetap konsisten serunya dan tidak sampai bikin bosan 🙂

Thank you...

Happy watching...❤❤❤


credit picture: (1)(pd note)

Thursday, 10 November 2016

K-Drama: Memory [Sinopsis & Review]

Memory - 16 Episode

Lee Sung Min as Park Tae Suk
Kim Ji Soo as Seo Young Joo
Lee Junho as Jung Jin
Yoon So Hee as Bong Sun Hwa
Park Jin Hee as Na Eun Sun

Bagaimana seandainya kamu yang sedang ada di puncak kesuksesan, tiba-tiba didiagnosis Alzheimer?

Mungkin itu pertanyaan yang cocok diberikan kepada Park Tae Suk, seorang pengacara sukses yang berkerja di firma hukum ternama. Secara mendadak, mendapati dirinya mengidap Alzheimer.

Tidak mau membuat karir yang susah payah dibangunnya runtuh, dia pun merahasiakannya dari rekan kerja dan keluarganya. Walau begitu, tak bisa dipungkiri bahwa penyakit lupanya semakin hari semakin parah sampai membuat semua orang mulai menaruh curiga.

Diderai oleh rasa frustasi terhadap hidup serta karirnya di masa depan, ia pun teringan dua buah kasus lama. Kasus tabrak lari yang menimpa anak pertamanya, dan kasus pembunuhan, dimana dia yang masih menjadi pengacara umum, menjadi pembela sang pembunuh.

***
Yap...itu tadi adalah sinopsis singkat dari Memory, drama tvN pengganti Signal yang sudah tayang dari bulan Maret sampai Mei 2016 lalu. Drama yang bisa dibilang sudah lama tamat...tapi baru sempat saya tulis reviewnya sekarang. Eh.Masih boleh kan yah?


Jadi...kalau cerita kenapa saya tertarik sama drama ini, semua itu dikarenakan Lee Sung Min ahjussi yang didapuk menjadi pemeran utamanya. Kenapa? Soalnya saya penasaran dengan akting si om yang 'katanya' bagus sekali di Misaeng. Iya..masih katanya, karena sampai sekarang saya belum juga sempat nonton dramanya. Sedangkan alasan lainya karena keberadaan Lee Junho si member 2PM. Walaupun saya bukan penggemar k-pop banget, kalau masih 2PM plus itu Lee Junho sih emang gak bisa nolak hehe.

***
So, setelah saya tonton Memory, memang terbukti aktingnya om Lee Sung Min sangat amazing dan super duper keren. Akting marah, nangis, frustasinya total banget. Enggak keitung berapa kali saya merasa amazed dan merinding sendiri hanya karna melihat akting om yang sangat menggugah hati. Akting Lee Junho juga ternyata sesuai dengan ekspektasi saya. Sebagai karakter yang di pasangkan dengan Park Tae Suk/Lee Sung Min yang lebih senior, aktingnya sama sekali gak keliatan jomplang. Malah sangat cocok dipasangkan. Dan kalau boleh bias sedikit nih, disini Lee Junho cakepnya maksimal >.<

Untuk ceritanya sendiri, karena Memory berlatar pada pekerjaan seorang lawyer, sudah pasti ceritanya sedikit berat untuk diikuti. Setiap episode membahas suatu perkara hukum dari client yang terkadang sulit untuk dimenangkan. Tapi gara-gara itu...saya jadi paham bagaimana pekerjaan mereka setelah nonton Memory. Dan ehm...kalau misalkan kalian juga tertarik menonton drama The Good Wife yang ceritanya sama-sama tentang pengacara-jaksa tapi lebih riweh dari Memory, tentunya sih nanti jadi tidak kaget lagi sama bahasan mereka disana hehe.


Banyak sekali hal-hal yang saya suka dari drama ini.  Walaupun tidak kenal semua castnya, kecuali Lee Sung Min dan Lee Junho, mereka semua menampilkan peforma akting yang sangat baik. Karakter yang ada akting nangis-nangisnya, pasti juga sukses membuat saya ikutan mewek-mewek sedih, ditambah genre drama ini yang sedari awal adalah melodrama. Pas banget kan..

Yang bikin sukanya lagi, Memory ini juga memberikan adegan 'romantis' yang cukup beda dari drama lainnya. Contohnya adegan Park Tae Suk dengan istrinya yang hanya berpelukan atau bergandengan tangan. Kelihatan biasa-biasa saja memang, tapi beneran deh 'feel' romantis mereka dapet banget, ditambah juga terlihat heartwarming. Jadi...yah memang di Memory enggak melulu ada kata-kata super cheesy atau kissing scene. Eh tapi...kalau-kalau mau yang begitu, kalian masih bisa menikmatinya pada Jung Jin dan Sung Hwa kok. Walau menurut saya, mereka berdua lebih cocok dibilang pasangan yang hobi tarik-ulur sih. Bikin yang nonton jadi gak bisa santai ngeliatnya, namun disatu sisi jadi part yang paling menghiburkan.


Jangan lupa juga dengan kehadiran bintang cilik dedek Nam Da Reum (yang saya yakini nanti besarnya akan jadi aktor kece). Akting dia yang dibagian awal menjadi korban bully di sekolahnya lagi-lagi sukses membuat saya ikut merana. Dan di bagian ini pun terlihat karakter Park Tae Suk sebagai sosok ayah yang sangat menyayangi anaknya. Menjadikan mereka duo ayah-anak yang saling support satu sama lain *terharu*.

Dua pemeran utama wanita disini pun juga begitu. Seo Young Joo dan Na Eun Sun yang menjadi istri dan mantan istri Park Tae Suk. Mereka berdua menjadi katakter yang cantik dan elegan dengan gayanya sendiri. Saya sampai terpesona liatnya haha. Ditambah lagi hubungan mereka berdua yang pada awalnya saling canggung tapi mendekati akhir cerita menjadi saling membantu dan support. Somehow, sangat indah dilihat.

***

Sayangnya Memory kurang banyak dikenali orang, padahal dari segi cerita dengan nilai-nilai pembelajaran serta moral didalamnya sangat bagus untuk dinikmati, apalagi dengan eksekusi sinematografi yang dibuat apik. Mungkin faktor pemeran utamanya yang sudah ahjussi kali yah...bukan tontonan favorit anak muda haha. Padahal very worth it to watch bangen loh...

Pokoknya tonton yah...dan jangan lupa tissue nya 😉

Happy watching ♥♥♥


source: asianwiki
credit picture: (1)(2)(3)(4)(5)

Wednesday, 2 November 2016

K-Drama: Drinking Solo [Sinopsis & Review]

Drinking Solo - 16 Episode

Ha Seok Jin as Jin Jung Suk
Park Ha Sun as Park Ha Na
Gong Myung as Jin Gong Myung
Hwang Woo Seul Hye as Hwang Jin Yi
Min Jin Woong as Min Jin Woong
Kim Won Hae as Kim Won Hae
Kim Dong Young as Kim Dong Young
Jung Chae Yeon as Jung Chae Yeon
Key as Kim Ki Bum

Sinopsis Singkat:
Drinking Solo bercerita tentang orang-orang yang lebih senang minum sendirian. 

Berlatar belakang di Noryangjin, Seoul, Korea Selatan, sebuah daerah yang banyak terdapat lembaga privat bagi orang-orang yang ingin mempersiapkan diri mengikuti ujian pegawai negeri. Drama ini berkisah tentang kehidupan para pengajar dan siswa-siswi yang ada disana, dengan fokus utama cerita ada pada Jin Jung Suk, seorang pengajar yang arogan, sombong namun populer, dan Park Ha Na, seorang pengajar baru di Noryangjin yang berjuang bertahan dari kerasnya persaingan di dunia lembaga privat.

Komentar:
Pernah menonton Let's Eat season 1 atau 2? Drama yang menampilkan orang-orang makan dengan lahapnya (seperti mukbang). Kalau pernah, coba juga tonton Drinking Solo atau Let's Drink yang merupakan drama spin-off dari Let's Eat ini. Masih sama seperti pendahulunya yang masih menampilkan makanan lezat di tiap episodenya. Bedanya, di Drinking Solo cerita lebih berfokus pada tradisi orang korea yang suka minum (alkohol).

Drama romance-comedy ini sangat menyenangkan untuk ditonton karena ceritanya tidak terlalu berat dan memusingkan. Sangat cocok untuk kalian yang sedang suntuk dan butuh hiburan, sebab drama ini mampu mengocok perut penontonnya. Kelebihannya lagi, walaupun terdapat banyak tokoh, kisah mereka (baik tokoh utama ataupun pendukung) sama-sama menarik untuk diikuti. Bahkan porsi penampilan mereka di drama pun cukup adil dan tidak terlalu timpang satu sama lain. Makannya drama ini dijamin tidak membuat kita bosan dengan jalan ceritanya.

Dan selucu-lucunya drama ini, cerita disini masih sangat relatable dengan kehidupan kita. Jadi, ada saja bagian yang cukup 'ngena' perasaan hingga bisa membuat kita sedih sendiri.


Semua tokoh di drama ini sangat bisa membuat kita tertawa karena tingkah lucu mereka, especially trio Tirori, Gong Myung - Ki Bum - Dong Young, yang sangat mencuri perhatian.

Dari ketiganya, Gong Myung ini tipe orang yang tidak memiliki tujuan bahkan tidak tau harus bagaimana  kedepannya.  Ibunya pun sampai memaksa dia tinggal dengan kakaknya yang memiliki sifat berbeda 180 derajat dengannya. Beruntungnya, setelah dia bertemu lalu naksir dengan Park Ha Na, guru di lembaga privatnya, dia pun jadi punya motivasi kuat untuk belajar agar bisa lulus tes.

Sedangkan Ki Bum dengan rambut mangkok dan 'tirori'nya, mirip  dengan Gong Myung tapi versi yang lebih jeleknya. Dia sama sekali tidak punya motivasi belajar. Ketika ada motivasi pun, tetap saja mencari-cari alasan lain dan ujung-ujungnya justru mengajak temannya untuk pergi main saja. Namun, seburuk-buruknya Ki Bum, dia adalah tokoh yang paling bisa meningkatkan mood suasana disini, ditambah lagi dengan cara bicara dia yang menggunakan satoori (dialek). Dan... untuk ukuran debut drama seorang idol (yang mana saya baru tau kalau dia diperankan ole Key SHINEE), akting yang dia bawakan ini cukup bagus loh.

Lalu ada pula Dong Young, orang yang sudah lebih lama tinggal di Noryangjin, karena sudah 5 kali gagal ujian. Dari geng trio ini, dia adalah orang yang paling rajin belajar dan yang paling normal, even senormal-normalnya dia, tetep ada anehnya juga.

Pokoknya, keberadaan trio ini memang membawa suasana menyenangkan untuk Drinking Solo lantaran tingkah laku mereka yang selalu mengundang tawa.  Selain itu, persahabatan mereka yang sangat erat pun menjadi kelebihan tersendiri. Walau lagi marahan, bahkan kadang sampai berantem lebay, mereka ini masih bisa baikan dan temenan lagi seperti biasanya. Bahkan dalam urusan cinta saja, mereka lebih milih pertahanin persahabatan mereka yang sudah terjalin lama. Ah.. pokoknya sayang banget sama trio ini!!


Selain mereka, jangan lupa juga kalau di Drinking Solo masih ada para pengajar di Noryangjin, yang sama uniknya.

Yang pertama ada si tokoh utama kita, Prof. Jin yang pintar, kaya, dan terkenal namun sangat arogan, sampai dijuluki High Quality Trash oleh pengajar lainnya. Dia ini orang yang setiap harinya selalu minum sendirian di restoran mewah, sambil menerapkan tiga syarat 'quality' saat minum.

Kedua, ada Park Ha Na yang baru pertama kali mengajar di Noryangjin, dan sialnya satu kantor dengan Prof. Jin yang hobi merendahkan dia karena bukan lulusan universitas bagus. Ditambah lagi dia masih suka dituntut ini-itu oleh atasannya, hanya karena murid yang mengambil kelasnya masih sangat sedikit.

Ketiga, ada Prof. Hwang, seniornya Ha Na, yang baik tapi juga sedikit menyebalkan. Kalau lagi marah sama Ha Na, suka bilang tidak marah, padahal dari sikapnya saja sudah kelihatan sekali. Walaupun begitu, Prof Hwang ini termaksud orang yang selalu ada buat Ha Na saat dia sedih atau susah.

Lalu terakhir, ada Prof. Min yang hobi menirukan tokoh dari drama/film terkenal di setiap episodenya. Yang paling epic adalah saat dia menirukan Park Hae Young dari Signal dan pangeran Lee Young dari Love in The Moonlight. Soalnya ini yang kelihatan paling niat dibuat sampai diselipkan pula ost. dramanya.


Yang buat uniknya lagi, loveline di Drinking Solo pun tidak ketebak. Awalnya hanya cerita cinta segitiga antara kakak-adik, namun dipertengahan malah membentuk cinta segi lima yang buat saya geleng-geleng kepala kenapa jadi 'sesuatu' begini. Bahkan mendekati ending, masih dikasih kejutan lagi dengan adanya couple tak terduga.

Ending dramanya bagaimana?
Untuk ending, saya rasa ada yang puas dan tidak puas. Saya sendiri termaksud orang yang sedikit tidak puas, tapi akhirnya bisa menerimanya juga.

Ending yang hanya memberikan kesan 'udah gitu doang loh endingnya' memang sedikit mengecewakan, padahal penonton mengharapkan lebih, dan sebenarnya juga bisa dibuat lebih dari itu. Cuma... kalau dilihat secara general (dari semua tokoh), ending Drinking Solo ini masih bisa diterima karena tokoh pendukung juga diberikan kejelasan ending pada bagian epilog.

***
Secara keseluruhan... Drinking Solo adalah drama yang asik dan bagus. Ceritanya yang ringan sangat cocok ditonton untuk kita yang butuh hiburan tanpa harus berpusing-pusing ria dahulu dengan jalan cerita yang rumit.

So... Dringking solo is very recommended drama for me...


Cheers ♥♥♥
Happy watching...


source: asianwiki
credit picture: (1)(2)(3)

Thursday, 27 October 2016

K-Drama: Signal [Sinopsis & Review]

Signal - 16 Episode

Choi Jin Woong as Lee Jae Han
Kim Hye Soo as Cha Soo Hyun
Lee Je Hoon as Park Hae Young

Sinopsis Singkat:
Seorang detektif bernama Park Hae Young dapat berkomunikasi dengan detektif Lee Jae Han yang berasal dari masa lalu munggunakan walkie-talkie. Melalui komunikasi tersebut, keduanya bekerja sama untuk menyelesaikan kasus-kasus lama yang tidak pernah terpecahkan (cold case). Selain itu, ada pula detektif Cha Soo Hyun, rekan satu tim Park Hae Young yang ternyata mengenal detektif Lee Jae Han.

Baca Juga: K-Drama: Signal [First Impression]

Komentar:
Signal is the best, awesome and impressive drama!! Lebay? NO... Menurut saya, Signal adalah drama terbaik di tahun 2016 (sampai bulan Oktober) dan belum ada yang menandingi. Signal berbeda dari drama bergenre crime thriller lain karena terdapat unsur fantasy didalamnya (yang menjadi salah satu nilai plus), dimana Park Hae Young dapat berkomunikasi dengan detektif Lee Jae Han dari masa lalu.

Alur cerita Signal memang sedikit membingungkan. Diawal, transmisi pertama yang didapat Park Hae Young di tahun 2015 adalah dari Lee Jae Han di tahun 2000, namun transmisi selanjutnya justru dari Lee Jae Han di tahun 1989. Yap... dari sisi Lee Jae Han, transmisi yang ia lakukan dengan Park Hae Young terulang kembali. Membingungkan bukan? Tapi saya sarankan untuk tidak berhenti menontonnya, karena semua kebingungan itu akan terjawab dengan sendirinya ketika mendekati ending.

Saya sangat takjub dengan alur cerita Signal. Kim Eun Hee sang scriptwriter drama ini, sangat pintar dalam menghubungkan keterkaitan beberapa bagian cerita menjadi satu kesatuan yang saling berhubungan. Apalagi kita tau bahwa ceritanya ini tentang masa lalu dan masa sekarang, yang mana jika ada perubahan di masa lalu, akan berefek pada masa sekarang. Kadang sampai kepikiran, kok bisa sih buat cerita sekeren ini. Dan karena itulah, saya setuju sekali kalau Kim Eun Hee memenangkan penghargaan best screenplay di Baeksang dan APAN award, karena dia memang berhak mendapatkannya :)

Eksekusi drama Signal pun sangat bagus, seperti menonton film saja. Terasa menegangkan hingga terkadang sampai merinding sendiri saking amazed-nya.  Dan hal seperti itu sudah terjadi dari episode 1, bukan di episode 2,3 atau 4.


Drama ini merupakan drama yang konsisten sekali sampai akhir. Tidak pernah bosan menonton Signal, karena yang ada hanya rasa penasaran yang tak kunjung habisnya. Bahkan, durasi episode yang cukup lama pun(beberapa episode memiliki durasi sekitar 75-90 menit) tidak terasa lamanya. Yang saya suka lagi, walaupun Signal tipe drama berat yang setiap episodenya lebih berfokus pada penyelesaian suatu kasus, masih ada saja bagian yang kalau ditonton bisa membuat kita ikutan sedih dan terharu karena melihat adegan yang sangat emosional. Jadi yah tidak melulu menampilkan bagian-bagian yang memusingkan itu.

Sedangkan untuk akting para castnya... no comment deh. Semuanya mampu memberikan penampilan yang terbaik. Apalagi akting om Choi Jin Woong dan tante Kim Hye Soo yang sangat luar biasa, sampai saya suka banget sama mereka berdua disini. Dan Lee Je Hoon yang paling muda dari trio Signal pun menampilakn akting yang sama bagusnya. Heran... kenapa dulu tidak ngenalin dia sama sekali di Introduction of Architecture. Padahak Signal malah jadi naksir banget sama dia dan hidung super mancungnya, dan wajah baby facenya dan suara khasnya... haha.


Dari semua kasus yang ada, kasus 'Hongwondong' adalah favorit saya, karena di kasus ini dijelaskan kisah dan sudut pandang si pembunuh seperti mengapa dan bagaimana dia melakukan pembunuhan berantai yang sadis. Sang scripwriter sukses membuat saya merasa iba dan tak tega dengan si pembunuh ini, apalagi saat melihat adegan dia membunuh korban terakhirnya. Ikut sedih dengan takdir dan keadaan yang dimiliki oleh si pembunuh. Apalagi karakter ini juga di perankan oleh Lee Sang Yeob, yang menampilkang akting sangat bagus sebagai seorang pembunuh sekaligus psikopat. Saking sukanya, tak bisa dipungkiri kalau saya pun tidak bisa benci dengan psikopat ganteng ini.

Selain itu, sangat suka pula dengan kasus 'siswi SMA Injoo', yang menjerat kakaknya Park Hae Young. Kasus yang pada awalnya terlihat biasa-biasa saja, tapi ternyata sangat pelik, menegangkan dan menyimpan rahasia dimana-mana yang ternyata menjadi konflik utama drama ini. Dan kasus ini pun seolah-olah menjadi awal mula dari semuanya, dimana detektif Lee Jae Han ternyata pernah mengenal Park Hae Young kecil.


Ketika drama ini tamat, ada rasa sedih yang mendalam karena harus rela berpisah dengan drama yang sangat amazing ini. Bahkan bagian credit yang menampilkan foto-foto mereka pun ditonton sampai habis, dengan mata berkaca-kaca. Ikut mengenang kembali dari awal saat drama ini belum booming dan hanya sedikit orang yang tau sampai akhirnya di pertengahan menjadi sangat dikenal dan digilai banyak orang hingga dibahas dimana-mana. Makannya... saya berharap sekali ada season 2 nya.

So far, belum ketemu kekurangannya drama ini, saking semuanya terlalu bagus dan konsisten sampai akhir. Paling hanya ada rasa (amat sangat sedikit) tidak puas karena minim bagian romance untuk tiga pemeran utama dan tak kesampaian lihat Park Hae Young yang berseragam polisi sambil memegang pistol memburu penjahat (oke... ini khayalan saya sih haha). Untung saja dia sangat berhasil memerankan seorang profiler yang benar-benar terlihat seperti profiler asli.

***
Overall... Signal ini memang the best drama. Sangat direkomendasikan untuk ditonton, karena sangat worth it dan dijamin tidak akan menyesal menghabiskan waktu untuk menonton drama ini

Pokoknya... Happy watching... ♥


source: asianwiki
credit picture: (1)(2)(3)(4)