Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Wednesday, 10 June 2020

K-Drama: Hyena [Sinopsis and Review]


Hyena - 16 Episode

Kim Hye Soo as Jang Geum Ja
Ju Ji Hoon as Yoon Hee Jae

Alasan saya nonton Hyena karena Ju Ji Hoon jadi lead male, dan kebetulan jadwal tayang Hyena berdekatang dengan Kingdom 2. Tak butuh waktu lama untuk bisa liat dia lagi di layar drama. Selain itu Kim Hye Soo didapuk menjadi lead female Hyena. Combo yang tidak bisa dilewatkan!

Hyena bercerita tentang dua orang pengacara 'beda kelas' yang kemudian bertemu dan selalu bersinggungan. Pertama, ada Jang Geum Ja, seorang pengacara yang hanya mengejar uang. Dia akan menggunakan segala cara untuk memenangkan kasusnya. Lalu, ada Yoon Hee Jae seorang pengacara elit dan berkelas yang cerdas juga percaya diri. 

Kasus-kasus peradilan yang ada di drama ini hampir kesemuanya saling berhubungan satu sama lain. Tapi sayangnya saya tidak melihat suatu hal yang unik atau kasus yang sangat menggugah hati. Sedikit disayangkan, tapi paham juga karna para pengacara di drama ini hanya menangani kalangan elit saja. Bahkan karna hanya untuk kalangan tertentu saja, klien mereka juga tidak bervariasi, orangnya itu-itu saja dan kebanyakan juga saling berhubungan, kenal dan punya benang merah.

Mungkin karna itu juga, saya hampir nge-drop drama ini. Walaupun di episode awal dibuka dengan plottwist yang menarik, tapi kemudian terasa membosankan di beberapa episode selanjutnya. Namun ketika sudah sampai di episode 10 keatas, drama ini mula kembali sangat menarik dan mulai jelas benang merahnya dan mulai klik sama gaya mereka dalam manangani klien. Seperti Yoon Hee Jae, saya pun sempat kurang sreg sama cara yang dipakai Geum Ja biar dia menang di pengadilan. Tapi setelah kenal lebih jauh seperti apa dia maka You gonna love her sih, gak akan bisa benci, memang seperti itulah keunikan yang hanya dimiliki Jang Geum Ja. Itulah kenapa walaupun pernah dikecewain, Yoon Hee Jae tetep konsisten bucin ke dia dari awal sampai akhir.

And thanks to their chemistry, saya akhirnya juga tetep lanjut nontonin Hyena. Tanpa ada chemistry yang pas saya gak yakin bakalan bisa namatin ini. Jang Geum Ja dan Yoon Hee Jae padahal lebih banyak berantem mulu, kaya tom & jerry, tapi justru ini daya tariknya. Benci dan sayang hanya dibatasin garis tipis. Mereka yang berantem tatap-tatapan, kita yang nonton malah gemes liatnya. Tipe jenis romance yang jarang ditemui di drama.

Di Hyena kita juga bakal disuguhkan dengan beberapa plottwist, walau bukan twist yang akan mengejutkan. Bagaimana nanti akhirnya Geum Ja dan Hee Jee akhirnya bersatu dan membentuk tim pengacara khusus adalah salah satu plot yang paling menarik. Ternyata masih banyak orang-orang baik diantara mereka.

Untuk ending, cukup memuaskan. Tidak masalah walau pada akhirnya romance antara Geum Ja dan Hee Jae terbilang minim perkembangan, tapi justru ini yang menarik dan jatohnya jadi pas untuk diselipkan di Hyena. Di satu sisi konflik utama pun akhirnya berakhir dengan hasil yang baik, biarpun ternyata diselesaikan cukup cepat dan kilat begitusaja di episode terakhir. Padahal jika dilihat cukup pelik pula untuk diselesaikan.

Secara keseluruhan, walau alur cerita dan konflik terbilang cukup sering kita temui di genre drama sejenis. Masih bisa termaafkan dengan adanya tokoh utama yang tidak biasa seperti Jang Geum Ja yang unik tidak ketebak, dan juga Yoon Hee Jae yang bucin setenga mati.

Sekian
Happy Watching
credit picture: (1)

Friday, 24 April 2020

Buku: Flawed - Cecelia Ahern [Review]

Tahun ini saya menyeringkan diri untuk baca buku (lagi), hobi lama yang beberapa tahun terakhir terlupakan.

Buku yang sudah saya baca adalah: FLAWED karya Cecelia Ahern. Yang pernah baca atau nonton film P.S. I Love You dan Love, Rosie (Where Rainbows End) pasti gak asing dengan penulis ini.

 
Buku ini saya beli tahun lalu di BBW Jakarta,
tersimpan rapih dan berdebu di rak selama setahun. 

Hal yang saya suka dari buku ini adalah tema, latar cerita, dan pesan moral (terselubung) yang disampaikan didalamnya.

Tentang sebuah negara/society yang selain menerapkan sistem hukum kriminal, juga menerapkan sistem yang mengatur moral dan etika masyarakatnya. Dan yang dibahas disini adalah tentang sistem moral dan etika yang mereka terapkan. Orang yang terbukti melanggar, akan dianggap sebagai 'Flawed' tidak sempurna dan tubuhnya akan 'ditandai'.

Yang bertanggung jawab menjalankan sistem ini adalah sebuah komite bernama 'Guild'. Awalnya dibentuk untuk menghukum para pemimpin terdahulu yang dianggap melakukan kelalaian dan menjadi penyebab negara mengalami krisis. Sistem ini dibuat sebagai langkah preventif agar tidak ada Flawed yang dapat memimpin negara mereka.

Hukuman yang didapat para Flawed terlihat ringan, mereka tidak dipenjara seperti penjahat kriminal, tapi sesungguhnya tidak. Hukuman yang mereka dapat berlaku seumur hidup. Flawed akan dikucilkan, terpinggirkan, dan dijauhi. Mereka tidak mendapat previlege seperti orang lain. Mereka tidak boleh menikmati kemewahan. Mereka juga tidak boleh ditolong, jika seseorang kedapatan menolong Flawed maka akan diadili dan mendapat hukuman. Selain itu para Flawed tidak akan bisa mencapai karir yang tinggi, tidak diizinkan. Mereka sudah dianggap cacat, tidak sempurna.

Celestine North adalah perempuan pintar yang menjalani hidupnya dengan sempurna.

“I am a girl of definitions, of logic, of black and white.”
-Celestine North-

Ia salah satu yang setuju dengan sistem ini. Hingga suatu hari ia melakukan pelanggaran dan berurusan dengan Guild. Hidupnya sejak saat itu berubah.

Buku ini akan membahas pandangan Celestine mengenai sistem yang pikir sempurna dan pantas diterapkan. Namun seketika runtuh saat orang terdekat dan juga dirinya menjadi bagian dari Flawed. Ia mulai melihat dari perspektif lain, dan akhirnya sadar sistem ini sangat tidak manusiawi.
----

My short review for this book:
Nilai plus dari buku ini, FLAWED sudah berhasil bikin penasaran dari awal, bikin pingin terus dibaca lagi dan lagi. Pace-nya lumayan menegangkan. Ekspektasi saya makin tinggi ketika menemukan part yang tak terduga. Namun sayang keseruan ini juga cepat berakhir, hanya bertahan sampai sepertiga bagian awal saja. Sisa cerita selanjutnya terkesan biasa dan terasa lambat sekali. Konflik yang ada cenderung ringan. Keseruan yang saya dapat di awal tidak ada lagi. Sedikit kecewa karena ending cerita pun tidak seperti yang dibayangkan. Menggantung. Selesai begitu saja tanpa ada hal yang diselesaikan. Sepertinya diwajibkan baca buku keduanya yang berjudul PERFECT untuk tau akhir kisah Celestine.

Walau begitu, saya cukup suka dengan isu yang dibahas di buku ini. 
Apakah orang yang bersalah tidak boleh mendapat pengampunan sama sekali? 
Apakah kebebasan mereka harus direnggut semuanya?
Apakah tidak ada ruang untuk mereka  menjadi lebih baik? 
Apakah sekali di cap tidak sempurna, maka jadi sepenuhnya tidak sempurna? 
Apakah harus mengutamakan kesempurnaan sebagai acuan?

“We see being Flawed as a strength. If you make a mistake, you learn from it. If you never make a mistake, you're never the wiser. These.”


-Flawed by Cecelia Ahern

Sunday, 19 April 2020

K-Drama: My Holo Love [Sinopsis & Review]

My Holo Love - 12 Episode

Yoon Hyun Min as Go Nan Do/Holo
Go Sung Hee as So Yeon
Choi Yeo Jin as Go Yoo Jin
Chansung as Chansung

Sebenarnya saya sudah nonton My Holo Love sebulan yang lalu. Kenapa nonton drama ini? Karna trailer-nya terlihat menarik dan Yoon Hyun Min jadi lead male-nya. Kayaknya udah lama banget nggak nonton dia di drama haha.

My Holo Love punya cerita yang cukup unik dengan genre sci-fi berbalut romance. 
Tentang seorang wanita bernama Soyeon yang dari kecil mengidap face blindness atau prosopagnosia, yaitu sebuah kelainan dimana ia kesulitan mengenali wajah seseorang. Suatu hari, dia mendapatkan sebuah prototype kacamata pintar yang menggunakan program Artificial Intelligence (AI). Uniknya, AI ini berbentuk hologram manusia. Ketika kacamata digunakan, sosok hologram menyerupai manusia yang dipanggil Holo akan muncul/terlihat.

Disisi lain ada seseorang pria bernama Go Nando yang penampilan fisiknya sama persis dengan Holo. Dia adalah creator dari AI/Holo tersebut. Namun, walau fisik mereka sama, kepribadian mereka sangat berbeda.


Cerita diawali dengan sebuah penyerangan dari kelompok tak dikenal yang ingin mencuri sistem AI yang ada di kacamata. Hingga akhirnya kacamata itu diberikan ke Soyeon. Disini penonton akan dibuat penasaran, karna Holo sendiri yang memilih Soyeon. Sejak itu Soyeon menjadi beta tester Holo. Hidupnya pun berubah, menjadi lebih mudah dan menyenangka karena Holo yang ramah, baik, dan sangat cerdas selalu siap untuknya. Dengan bantuan Holo pun ia dapat mengenali wajah orang-orang.

Untuk Nando, dia tipe karakter yang lumayan complicated karna masa lalunya. Sangat tertutup dan punya kesan tidak ramah. Apalagi secara hukum, Nando dianggap sudah meninggal, keberadaannya tidak boleh diketahui publik. Nando menciptakan Holo agar dapat menjadi sistem AI sempurna yang cerdas dan menjadi teman bagi manusia. Dan Holo melampaui ekspektasi Nando, hingga terkadang Holo tidak bisa dikontrol. Holo memiliki kecerdasan tanpa batas, sampai pernah (tanpa diberi instruksi) mematikan listrik 1 kota dalam hitungan detik demi menolong Soyeon. Gara-gara kejadian itu, Holo dianggap sangat berbahaya.

Dari trailer-nya, saya kira fokus cerita My Holo Love akan berpusat pada cinta segitiga antara Soyeon, Holo dan Nando. Karna sudah ditebak nantinya Soyeon akan jatuh cinta sama Holo. Namun perkiraan saya tidak sepenuhnya benar, karna nggak ada rebut-rebutan cinta disini. Keberadaan Holo memang sangat membantu hidup Soyeon jadi lebih bewarna. Ia pun jadi bergantung sekali pada Holo dan akhirnya merasa 'jatuh cinta' dengan Holo. Begitu pula perasaan Holo kepada Soyeon. Tapi perasaan Holo ke Soyeon sebenarnya bukan kearah romantisme, lebih tepatnya perasaan sayang, karna Seoyeon (juga Nando)sudah ada dikenangan Holo sejak lama.

Drama ini juga gak cuman fokus kekisah Soyeon dan Nando, tapi juga Holo. Walaupun hanya sebuah program AI, keberadaannya dirasa sangat penting, bukan hanya sekedar alat semata. Saya seneng liat interaksi Seoyeon dengan Nando atau Seoyeon dengan Holo, tapi lebih bikin senang kalau liat interaksi antara Seyeon-Nando-Holo bersama-sama. Dan memang mereka bertiga ini punya benang merah yang terhubung sejak kecil. Itulah kenapa diawal cerita Holo memilih Seoyon sebagai beta tester-nya.

Secara keseluruhan My Holo Love termaksud drama yang santai dan ringan untuk ditonton. Beberapa part dapat dengan mudah kita tebak ceritanya, typical k-drama, tapi walau begitu drama ini juga nggak sesimpel yang kita kira. Ada bagian konflik yang lumayan pelik, tapi pembahasannya juga nggak dibawa ribet, nggak bertele-tele kesana kemari. Walau ada juga beberapa bagian yang terkesan gak penting sekedar filler saja. Ada jelek dan ada bagusnya. But overall My Holo Love cukup menarik ditonton sampai tamat plus karna akting dan chemistry pemainnya dapet banget.

Sekian...
Happy Watching...

source: Asianwiki
creditpicture: (1)

Monday, 2 March 2020

K-Drama: Chocolate [Review]

Chocolate - 16 Episode

Ha Ji Won as Moon Cha Young
Yoon Kye Sang as Lee Kang
Jang Seung Jo as Lee Joon
Yoo Teo as Kwon Min Seong

Review:
Ada beberapa alasan yang bikin saya tertarik untuk nonton sebuah drama. Dimulai dari siapa cast-nya, bagaimana sinopsis/ceritanya, siapa PD dan SW-nim nya dan seperti apa teaser serta poster drama nya.

Chocolate mulai saya lirik semenjak tau siapa cast utamanya. Ada Yoon Kye Sang sebagai lead male yang akhirnya kembali main drama setelah The Good Wife tahun 2016 silam. Selain itu sinopsis ceritanya pun cukup mengundang rasa penasaran. Dengan genre melodrama, Chocolate mampu membuat penontonnya ikut merasa emotional selama menonton.
Bercerita tentang dua orang yang bertemu kembali di sebuah Sanatorium (hospice).
Lee Kang semasa kecil tinggal di kota kecil tepi pantai yang bermimpi menjadi koki. Di restauran milik ibunya, Lee Kang pernah bertemu dengan Cha Young kecil, dan memasakkan makanan untuk Cha Young. Itu menjadi salah satu kenangan bahagia untuk Cha Young hingga membuatnya menjadi seorang chef ketika dewasa. Sementara itu, Lee Kang dewasa justru menjadi dokter ahli bedah saraf yang berhati dingin, tidak seperti dulu lagi, walau itu hanya tampak luarnya saja.

Kenapa drama ini berjudul Chocolate? Karena coklat adalah makanan yang mambuat Cha Young merasa bahagia dan tenang, sedangkan bagi Lee Kang, coklat menjadi makanan yang dibenci karena mengingatkannya pada kenangan buruk.

Serasa seperti takdir, setelah dewasa mereka bertemu dan selalu bersilangan jalan, sampai akhirnya berakhir di sebuah hospice.

Secara keseluruhan Chocolate punya cerita yang tenang tapi tetap membuat para penontonn ikut emosional selama menonton. Bersetting di sebuah hospice (sebuah tempat perawatan bagi pasien terminal), selain main story tentang dua pemeran utama, terdapat pula side story tentang pasien disana yang  punya cerita sangat mengharukan. Walau keberadaan mereka hanya sebentar, tapi mampu mengaduk emosi kita. Bagaimana mereka sangat menghargai momen indah yang mereka dapat, dan tetap semangat walau tau betapa penyakit yang menggerogoti tubuh mereka dapat membawa mereka pergi kapan saja. Salah satu yang berkesan adalah Iron Ranger no. 3 😭😭.
Pokoknya siap-siap tisu banyak kalau nonton Chocolate.
Saya masih ingat bagaimana dua episode pertama Chocolate sukses bikin saya mellow karna takdir seperti mempermainkan mereka berdua. Ada part cerita dimana Cha Young berhenti menunggu Lee Kang yang saat itu sedang terbaring koma, hingga akhirnya beberapa bulan kemudian, tepatnya saat Christmas ia menerima cinta dari seorang pemuda bernama Kwon Min Seong. Dan disaat itulah, Cha Young bertemu kembali dengan Lee Kang yang memberi selamat kepada pasangan baru ini, dengan sebuah kenyataan pahit, bahwa Lee Kang adalah sahabat Min Seong. Karena ia tidak ingin menyakiti  Min Seong yang sangat baik kepadanya, Cha Young pun memilih pergi dari Korea dan melanjutkan hidup di Yunani. Disatu sisi, Lee Kang yang mendengar kabar bahwa Cha Young pergi meninggalkan sahabatnya tanpa kabar dan membuat sahabatnya sedih, akhirnya Lee Kang jadi membenci Cha Young.

Sampai dengan mereka bertemu kembali di hospice, selalu muncul kesalahpahaman diantara mereka...
Selain cerita, drama ini juga punya ost yang bagus, dan bukan cuman satu lagu, tapi semua. Nuansa lagunya benar-benar sesuai sama tone drama ini. Kombinasi yang bagus. Dijamin tambah mellow kalau sudah denger ost-nya. Salah satu favorit saya adalah :

  • Car, The Garden - Tree


Intinya...Chocolate punya kisah yang heartwarming namun juga mellow. Walau memang ada beberapa part yang terkesan 'makjang' (contohnya adegan mobil tiba-tiba ditabrak truck 😒) kisah yang dibagikan di drama ini sangat 'ngena' apalagi dengan akting pemain yang sangat bagus. Chemistry Ha Ji Won dan Yoon Kye Sang sangat pas dan cocok. Tidak banyak dialog, namun tatapan mereka sudah mengekspresikan semua nya. Their slow-burn romance was on point!

Sayangnya entah kenapa ending drama ini terkesan biasa saja bagi saja, tidak se-ngena episode pertama, walau tetap indah. Dan bagaimana semua problem seperti terburu-buru diselesaikan. Saya merasa masalah Lee Kang dengan keluarganya diselesaikan dengan cepat, padahal diawal terlihat pelik, juga bagaimana interaksi Lee Kang dengan Lee Joon baru mulai membaik mendekati tamat padahal berharap sekali interaksi mereka berdua bisa di-explore lebih jauh.
Overall...saya cukup suka bagaimana drama ini menampilkan banyak kisah yang sangat menarik dan menyentuh. Tidak hanya fokus pada main leads, tapi pada orang-orang sekitar mereka. Walau progress di bebeapa bagian terasa lambat dan slow, tetap tidak menghilangkan rasa penasaran saya akan episode-episode selanjutnya sampai dengan drama ini tamat.

Sekian..
Happy Watching..
source: Asianwiki, jtbcdrama
credit picture: (1)(2)(3)(4)(5)(6)

Friday, 14 February 2020

K-Drama: VIP (Review)

VIP - 16 Episode

Jang Na Ra as Na Jung Sun
Lee Sang Yoon as Park Sung Jun
Lee Chung Ah as Lee Hyuna
Kwak Sun Young as Song Mi Na
Pyo Ye Jin as On Yu Ri
Shin Jae Ha as Ma Sang Woo

Review:
Bisa dibilang, hal yang membuat saya 'tertarik' dengan drama VIP adalah keberadaan Jang Na Ra dan Lee Sang Yoon sebagai pemeran utama. Lalu ditambah dengan latar drama ini, yaitu department store yang menangani client VIP.

Namun...saya tidak mengira bahwa drama ini sebenarnya mengambil tema perselingkuhan sebagai topik utama. Maksudnya...ketika saya baca sinopsis singkatnya, saya kira hanya ada something antara hubungan Jung Sun dan Sung Jun, masih positive thinking bukan mengarah ke isu perselingkuhan. Tapi disinilah sebenarnya nilai lebih yang dimiliki drama ini, apalagi pengemasan ceritanya cukup berbeda.
foto ini menipu!
Hanya saja perlu digari sbawahi, drama ini memberi efek samping bagi emosi penonton yang jadi tidak terkontrol. Sehingga dijamin saat menonton drama ini selalu diiringi dengan keluarnya kata-kata umpatan haha. Mau bagaimana lagi...memang susah menahan diri kalau sudah melihat betapa b****** kelakuan si suami dan selingkuhannya di drama ini.

Drama ini bercerita tentang seorang wanita karir bernama Na Jung Sung yang pekerjaannya menangani client VIP di department store. Disana ia tidak sendiri karena suaminya, yaitu Park Sung Jun juga bekerja di tim yang sama namun sebagai atasannya Jung Sung. Selayaknya hubungan antara atasan dan bawahan, pasangan suami-istri ini jika sedang dikantor sangat profesional. Sehingga sering jadi junjungan semua orang dikantor.

Namun...kehidupan rumah tangga yang tadinya terlihat harmonis adem-ayem dalam semalam berubah drastis semenjak Jung Sun menerima sms anonim, yang menyatakan bahwa suaminya berselingkuh dengan salah satu rekan kerja satu tim nya. Akhirnya ia pun jadi menaruh curiga semua orang yang ada di timnya.
Dan ketika disini kita belum dapat konfirmasi kebenaran sms anonim itu, kita akan ditunjukkan bagaimana rekan kerja Jung Sung terlihat sangat-sangat mencurigakan. Bawaannya jadi su'udzon terus karena kita seperti disuruh menebak siapa pelakor yang mengganggu rumah tangga pasangan ini. Rasanya sama persis kalau kita lagi nonton crime drama yang disuruh menebak siapa pelaku kejahatan. Nontonnya jadi gak pernah bisa slow! Saat tau siapa pelakornya (cari saja orang yang paling terlihat tidak mencurigakan), kita justru makin dibuat tambah emosi gila-gilaan.

Yup...jangan harap bisa santai selama nonton VIP! Untuk kalian yang tidak suka dengan drama perselingkuhan, drama ini sangat menguras tenaga. Tapi drama ini juga cocok untuk pelampiasan kalau lagi super kesel dan marah.

Setelah capek disuruh main tebak-tebakan di awal, selanjutnya kita akan dikasih lihat kelakuan dua orang ini yang tambah nyebelin. Bukannya menyesal karena sudah berselingkuh, tapi justru semakin menjadi-jadi tak tau malu, berani mengukuhkan status selingkuh mereka di depan muka Jung Sun😠
Kekesalan bertambah karena kita akan melihat sikap Sung Jun yang tidak tegas, plin-plan, dan indecisive. Jujur saya hampir nyerah nonton drama ini saking keselnya sama karakter dia. Mendekati akhir pun dia sempet 'menghadang' pekerjaan istrinya.

Untung saja...yang bodoh nggak ketolongan cuman dia dan selingkuhannya, sisanya kita masih bisa lihat tiga laki-laki yang super duper baik dan pengertian, begitupun teman-teman wanita Jung Sun yang selalu support dia. Selain itu side story drama ini yang menceritakan kisah teman-temannya Jung Sun pun sangat menarik, memberi kita suatu pandangan berbeda (another pov) terkait main story. Kekesalan kita terbayar dengan kehadiran mereka.

Overall, VIP ini sangat menarik untuk ditonton, sesuai judulnya kita juga akan dikasih lihat bagaimana client VIP bisa mendapat privilege yang luar biasa special disini. Selain itu saya sangat suka dengan karakter Jung Sun yang luar biasa strong untuk menghadapi ini semua, pada akhirnya yang mengalami kerugian besar adalah Sung Jun sendiri. Kehilangan istri yang sangat baik demi nafsu semata. Pesan yang bisa saya ambil dari drama ini adalah, mau bagaimana pun sebabnya, alasannya, selingkuh adalah tindakan yang salah, karena seingkuh adalah pilihan, pilihan yang bisa kita pilih untuk melakukannya atau pun tidak melakukannya. It depends on your choice. 

Sekian.
Happy Watcing 💮💮
source: Asianwiki
credit picture: (1)(2)(3)(4)(5)

Sunday, 8 December 2019

K-Drama: The Tale of Nokdu [Review]

The Joseon Romantic Comedy-Tale of Nokdu
16 Episode

Jang Dong Yoon as Jeon Nok Du
Kim So Hyun as Dong Dong Ju
Kang Tae Oh as Cha Yul Mu
Jung Joon Ho as King Gwanghae

Review:
Bicara tentangTale of Nokdu, tadinya saya hampir gak mau nonton drama ini, walau pemain utamanya sangat menjanjikan. Ada Kim So Hyun yang biarpun masih muda tapi jam terbangnya sudah banyak, lalu ada Jang Dong Yoon salah satu aktor FAVORIT dari semenjak tau dia di drama Solomon's Perjury, yang pada waktu itu dia masih sedikit di notice orang.

Bisa dibilang pas tau news Dong Yoon mau di-pairing sama So Hyun, saya cukup excited. Tapi kemudian langsung mundur perlahan karna ternyata mereka akan main drama saeguk. Bukan apa-apa...saya dari dulu memang kurang cocok sama konflik yang ada di drama saeguk 😂. Akhirnya saya tidak pernah ngikutin news tentang perkembangan produksi drama ini, sampai tau-tau mereka sudah rilis poster drama dan profil karakter. Lalu saya tergoda kembali dengan Tale of Nokdu gara-gara: Jang Dong Yoon CANTIK banget crossdressing jadi perempuan!!
Cantik banget sampai yang perempuan asli aja bisa kalah cantik sama dia 😂

Oke lanjut...Akhirnya karena poster sampai teasernya terlihat menarik dan menjanjikan, saya putuskan untuk ongoing drama ini. Dan ternyata Tale of Nokdu tidak mengecewakan. Episode perdananya sukses bikin saya betah, dan episode selanjutnya sukses bikin saya ketawa puas sampai sakit perut. Komedi nya dapet banget! Dan Tale of Nokdu yang meruakan adaptasi dari sebuah webtoon punya cerita yang unik perihal laki-laki yang menyamar menjadi perempuan.

Sesuai judulnya, main story Tale of Nokdu ini berpusat pada Jeon Nokdu. Ia bersama dengan ayah dan kakak laki-lakinya tinggal di sebuah pulau yang jauh dari ibu kota. Suatu hari mereka dihampiri oleh prajurit yang ingin membunuh keluarganya. Merasa ada yang tidak beres karena selama ini hidup tenang tanpa punya musuh, Nokdu pun mengejar salah satu prajurit untuk mencari tau siapa dan mengapa mereka diserang. Tidak disangka prajurit tersebut pergi ke desa janda yang hanya dihuni oleh perempuan saja. Akhirnya Nokdu menyamar sebagai seorang janda bernama Lady Kim dan tingal di desa tersebut.

Di desa janda tersebut, Nokdu bertemu dengan Dong Dongju seorang murid gisaeng yang rumah gisaengnya (gibang) terletak persis disebelah desa janda. Penyamaran Nokdu pertamakali ketahuan oleh si Dongju.

Dongju sendiri merupakan perempuan yang terpaksa hidup dan besar di gibang karena tragedi yang menimpa keluarganya sewaktu kecil. Aslinya dia tidak mau menjadi gisaeng, karena ada rencana lain yang ingin dia lakukan. Nokdu yang tau Dongju tidak mau menjadi gisaeng pun akhirnya mengadopsinya sebagai anak, dan mereka memutuskan untuk tinggal bersama.
Disini kita juga akan diperkenalkan dengan karakter bernama Cha Yulmu, bangsawan yang sering datang ke gibang, tapi sebenarnya kesana hanya untuk bertemu Dongju. Yup...itu karena dari dulu ia menaruh rasa sama Dongju. Tapi Dongju hanya memanggap Yulmu teman saja.

Yulmu sendiri sebenarnya karakter yang berpotensi bikin penonton punya second lead syndrome, sampai kemudian negara api menyerang haha *enggak gitu* 😂😆😅. Maksud saya adalah, diawal ia ditampilkan sebagai karakter yang baik-baik saja dan bisa disayang. Tapi kemudian di salah satu episode karakter dia berubah 180°. Kita yang tadinya sayang jadi auto sebel sama dia, untungnya cakep😅dan sampai akhir konsisten ngebucinin Dongju.

Selain itu ada pula karakter lain yang keberadaannya cukup menghibur penonton, seperti Yeon Geun (Ko Gun Han) si penanggung jawab desa janda yang naksir berat sama Lady Kim (aka Nokdu), Aeng Du (Park Da Yeon) si bocah perempuan tunangan Nokdu yang berasal dari pulau.
Storyline di Tale of Nokdu sebenarnya dipisah menjadi 2 babak (bagian). Babak pertama berlatar di desa Janda, dan babak kedua berlatar di istana kerajaan. Babak pertama bisa dibilang sebagai babak awal yang ceritanya lebih ringan dan lebih menghibur. Kehebohan Lady Kim bisa kita saksikan disini. Sedangkan cerita di babak kedua ini kebalikannya, lebih banyak serius dan Lady Kim yang cantik tergantikan oleh Nokdu yang ganteng. Porsi komedinya berkurang drastis walau masih konsisten menyelipkannya di beberapa part. Cerita di babak ini seputaran tahta kerajaan yang lumayan njelimet untuk saya (yang kurang suka konflik drama saeguk), tapi masih kategori oke untuk ditonton. Disini pun porsi romance antara Nokdu dan Dongju juga semakin banyak.

Yang perlu digarisbawahi, peralihan dari babak 1 ke babak 2 yang bertolak belakang terjadi sangat smooth dan bagus banget. Walau babak 2 lebih serius tapi konfliknya lebih seru dan kita pun dibuat semakin penasaran dengan kisah Nokdu dan Dongju. D
So far saya cukup menikmati menonton drama ini dari awal sampai akhir. Walau cerita di kerajaan sempat bikin saya sedikit tidak betah, tapi karena dibikin tidak berbelit-belit saya masih bisa mengikutinya. Konfliknya tidak menjalar kemana-mana, lumayan simple sehingga penyelesaiannya-pun terbilang cepet dan mudah. Tau-tau sudah selesai saja dan clear juga konfliknya. Seperti misalnya bagian ending yang saya kira bakalan rumit diselesaikan, tapi ternyata bisa selesai dengan cara yang to the point, simple, tapi juga tetap rapih.
Chemistry Jang Dong Yoon dan Kim So Hyun pun bagus banget disini baik on screen atau off screen. Rasanya kalo bukan mereka cast nya, belum tentu bisa secocok ini. Dan saya berharap (mungkin beberapa tahun lagi) mereka bisa ambil project drama yang sama. I love both of them a lot here!😍❤️

Secara keseluruhan, Tale of Nokdu tidak bisa kita lewatkan begitu saja. Salah satu drama yang cukup menghibur di penghujung tahun 2019.

Sekian...
Happy Watching 🍫🍫
source: Asianwiki
credit picture: (1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)

Friday, 29 November 2019

K-Drama: Miss Lee [Review]

Miss Lee - 16 Episode

Hyeri as Lee Sun Sim
Kim Sang Kyung as Yoo Jin Wook
Cha Seo Won as Park Do Joon
Uhm Hyun Kyung as Gu Ji Na

Dari semua drama yang saya tonton, tak disangka Miss Lee jadi salah satu drama yang cukup bikin 'ngena' PADAHAL tadinya saya tidak tertarik sama sekali dengan drama ini. Bahkan setelah melihat teasernya pun tidak ada keinginan untuk mencari tau lebih lanjut. Intinya Miss Lee tidak pernah masuk waiting list tontonan saya!

Sebenarnya sangat random akhirnya mau coba nonton Miss Lee. Sebut saja karena Kim Jae Hyun 😝 akhirnya saya berkeinginan ngelirik drama ini haha. Kebetulannya lagi, Miss Lee tayang di tvn asia jadilah Weekend yang lowong saya isi dengan kepoin drama ini. Dan setelah nonton episode 1, gak taunya saya betah. Akhirnya rutin saya ikutin tiap minggunya.
Perlu diketaui, dari semua drama yang tayang kemarin, Miss Lee termaksud yang paling sepi penonton dan peminat. Kalau kamu iseng searching hashtag #MissLee di twitter hasil yang ditemukan pasti sedikit. Tidak seperti drama sebelah yang sangat hype sekali.

Why?

Karena dibandingkan dengan yang lain, pemain di Miss Lee rata-rata sangat asing, yang paling saya tau pun hanya Hyeri saja. Belum lagi ini adalah office drama berlatar pabrik. Selain karna ceritanya tentu lebih serius, yang diperlihatkan disini pun sangat apa adanya. Maksud saya... kalau kamu tipe penonton yang mengharapkan visual yang WOW (entah itu pemain, fashion baju, scenery, dll) Miss Lee memang bukan jadi pilihan. Ditambah lagi drama ini tidak ada romance. NIGHTMARE banget rasanya 😣 bagi yang belum terbiasa.

TAPI...Kalau kalian prefer dengan drama yang kasih storyline bagus, Miss Lee salah satu yang tidak mengecewakan. Drama ini punya cerita yang heartwarming, banyak pesan-pesan yang bisa kita ambil. Walau awalnya bikin sedikit kesel dan  frustasi, dimana masalah selalu datang bertubi-tubi, pelan tapi pasti semuanya teratasi.
Bermula dari menghilangnya Oh Sajang, si pemilik dan CEO Cheongil Electronic, Sun Sim secara random terpilih menjadi CEO baru, Bertanggung jawab mengurusi perusahaan yang hampir bangkrut padahal dia tidak ada pengalaman sama sekali. Belum lagi ia habis ditipu oleh Gu Ji Na, teman yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Dan gara-gara dia pula Sun Sim dituduh  mencuri uang perusahaan. Pokoknya Gu Ji Na adalah wanita ular di drama ini.

Nah...kondisi perusahaan yang nyaris bangkrut membuat sebagaian karyawan memutuskan untuk keluar, menyisakan para karyawan yang rata-rata kurang kompeten, yang bertahan karena tidak ada tempat lain bagi mereka. Tipe-tipe yang main aman dan egois.Sehingga pengangkatan Sun Sim sebagai CEO baru seolah-olah hanya untuk kambing hitam saja. Satu-satunya yang mau membantu dia hanyalah Kepala Divisi Yoo Jin Wook. Itupun tidak didapat dengan mudah karena Yoo Jin Wook merasa Sun Sim tidak mungkin mampu menjadi CEO. Tapi kemudian pandangan dia mulai berubah setelah melihat sendiri usaha Sun Sim yang begitu besar agar perusahaan tidak sampai bangkrut. Sun Sim pun satu-satunya yang konsisten kasih semangat dan mengajak karyawan lain sama-sama berjuang mempertahankan perusahaan.

Apakah berhasil...

Berhasil...tapi jalannya itu terjal banget dan gak mudah. Bahkan sampai episode terakhir saja mereka masih dihadapi masalah. Karena yang dihadapi ini bukan cuman masalah internal perusahaan, tapi juga masalah eksternal yang berhubungan dengan perusahaan lain (salah satunya adalah TM Electronics). Pokoknya ada saja usaha-usaha yang ingin bikin Cheongil hancur.
Jadi...kalau kamu memang suka tipe drama yang rada serius, invest waktu untuk nonton drama ini sebenarnya ga akan bikin kecewa. Pelan-pelan menghanyutkan. Kamu akan suka dengan semua development yang terjadi disini. Sangat kontras kalo membandingkan situasi yang terjadi di episode pertama dan terakhir.

Mendekati ending (maybe) 4-6 episode terakhir pun drama ini selalu bikin saya merasa terenyuh. Terharu melihat perkembangan dan usaha mereka menyelamatkan Cheongil Electrronics. Melihat para karyawan mulai bangkit dan punya semangat berjuang amat sangat heartwarming.

Dan seperti yang saya bilang diatas...sampai akhir pun drama ini konsinsten tidak menunjukan romance antar pemain utama. Semua orang fokus untuk menyelamatkan Cheongil. Tapi tak dipungkiri melihat Sun Sim yang satu frame dengan Park Do Joon membuat saya gemas sendiri 😆. Siapa sebenarnya Park Do Joon? Dia adalah orang 'buangan' dari TM Electronics yang ditugaskan untuk membantu menyelamatkan Cheongil. Namun sebenarnya dari pihak TM sendiri sebenarnya ada agenda lain kenapa mereka mengirim Park Do Joon kesana.
That's it...Intinya saya tidak menyesal sama sekali icip-icip menonton drama ini. Dan karena dari awal tidak pernah pasang ekspektasi apapun, sehingga sampai drama ini selesai pun tidak ada komen aneh dari saya. 

Memang Miss Lee bukanlah drama yang WAH. tapi bagi saya drama ini juga meninggalkan kesan mendalam. Idk how to express this felling haha.

Sekian...
Happy Watching...

source: Asian Wiki, TVN Miss Lee
credit picture: (1)(2)(3)(4)(5)(6)

Tuesday, 12 November 2019

K-Drama: Moment At Eighteen [Review]

Moment at Eighteen
16 Episode

Ong Seung Woo as Choi Joon Woo
Kim Hyang Gi as Yoo Soo Bin
Shin Seung Ho as Ma Hwi Young
Kang Ki Young as Oh Han Kyeol

Walau umur tidak bisa disebut remaja lagi, drama ber-setting sekolah masih menjadi salah satu favorit saya.

Itulah kenapa biarpun drama ini sudah tamat beberapa bulan yang lalu, saya masih tetap ingin menontonnya. Selain itu, saya memang sedang ingin menonton drama slice of life yang pembawaannya ringan. Dan tentunya karna drama ini memiliki deretan cast yang menarik dan fresh, seperti Kim Hyang Gi yang masuk radar saya semenjak nonton Along With The Gods. 

Okay...back to the topic, saya rasa review kali ini akan sedikit lebih banyak spoilernya...

Alur cerita dari Moment of Eighteen sebenarnya tidak unik, apa yang dibahas dan dibawa disini sama seperti drama sekolah lainnya. Seperti masalah belajar yang menuntut perfoma nilai baik, persaingan belajar yang keras, perilaku bullying, dan persoalan cinta pertama dan persahabatan khas anak SMA yang tidak bisa dihindari. Itulah kenapa drama ini termaksud ringan ditonton.
Kisah di drama ini bermulai dari seorang anak SMA bernama Choi Joon Woo yang terpaksa pindah sekolah karena dituduh mencuri. Jun Woo sendiri bukanlah tipikal orang yang pandai mengekspresikan emosinya ke orang-orang, ia terbiasa dengan kesendiriannya. Bahkan ia terlihat tidak punya semangat belajar di sekolah barunya, hanya sekedar menjalani tanggung jawab sebagai murid. Sampai kemudian ia bertemu dengan Yoo Soo Bin dan hidupnya pun mulai berubah.

Soo Bin adalah murid berprestasi yang ceria dan memiliki banyak sahabat. Sayangnya dia sangat diatur oleh ibunya. Pertemuannya dengan Joon Woo membuat dirinya tertarik mendekati si anak baru yang terkesan tertutup itu. Dan perhatian tidak biasa yang di berikan Soo Bin ke Joon Woo, disadari oleh Ma Hwi Young. Siswa terpintar peringkat satu, yang dari luar tampak sempurna namun sebenarnya tidak. Hwi Young merupakan sahabat Soo Bin dari kecil yang menaruh rasa suka padanya. Sehingga kehadiran Joon Woo menjadi ancaman tersendiri.
Ketikan Joon Woo baru masuk sekolah, ia dituduh mencuri barang dan pihak sekolah justru secara halus menyarankannya untuk pindah sekolah saja. Joon Woo pun awalnya setuju pindah sekolah lagi. Namun seiring adanya interaksi antara dia dan Soo Bin, ditambah dengan wali kelasnya Pak Guru Oh Han Kyul, Joon Woo akhirnya memutuskan untuk tetap di sekolah itu, karena memang bukan ia pelakunya. Ia hanya dijebak.

Mau tau siapa yang menjebak dia? Tak lain dan tak bukan adalah Hwi Young, siswa teladan yang di hormati oleh guru dan teman-temannya. Cara yang dia pakai untuk menyingkirkan Joon Woo terbilang jahat dan licik banget, dan dia selalu bersembunyi di balik topeng siswa teladannya. Wajar kalau akhirnya Joon Woo jadi benci banget sama Hwi Young.

Menurut saya alasan Hwi Young menjebak Joon Woo ialah karena ia merasa dikalahkan oleh Joon Woo. Dibalik sifat perfect yang ia tampilkan, Hwi Young menjadi sangat insecure semenjak Joon Woo datang. Salah satunya karena Joon Woo berhasil menarik perhatian Soo Bin yang notabene adalah crush-nya Hwi Young, namun dia hanya dianggap teman saja oleh Soo Bin.
Drama ini menyajikan banyak interaksi yang meyenangkan untuk dilihat. Misalnya hubungan Joon Woo dan Soo Bin yang terlihat natural dari mulai mereka bertemu sampai mereka jadian, khas anak SMA. Selain itu side story para siswa-siswi lainnya juga menarik banget, khususnya para sahabatnya Soo Bin. You gonna love all of them 💓.

Selain itu kita juga akan liat bagaimana perkembangan karakter seorang Joon Woo yang sebelumnya menutup diri dari sekitar lalu menjadi terbuka dan bisa punya teman banyak. Dari yang tidak punya tujuan sampai kemudian ada hal yang ingin dikejarnya. Dan sebagian itu karena adanya peran dari Pak Guru Oh yang selalu mensupport dan membantu Joon Woo untuk survive.

Selain kisahnya Joon Woo, kita juga akan liat bagaimana Soo Bin yang sedikit struggle karena hidupnya sangat diatur oleh ibu nya. Misalnya ketika ia dipaksa ikut study group bareng Hwi Young, padahal ia lebih nyaman belajar sendiri. Apalagi untuk masuk kedalam study group tersebut ibunya Soo Bin mesti memohon-mohon ke Ibunya Hwi Young. Dan Soo Bin sangat tidak senang melihat  itu. Belum lagi ketika Soo Bin dilarang untuk berteman dengan Joon Woo, karena menurut ibunya Joon Woo adalah anak bermasalah. Dan ketika mereka berdua ketauan dating, luar biasa murkanya. Tapi disatu sisi, kita juga akan ditunjukkan kenapa Ibu Soo Bin sangat seprotektif itu.
Dan yah...kurang lebih memang seperti itu cerita yang akan ditampilkan di drama ini. Bukan suatu hal yang baru. Mungkin yang membedakan adalah drama ini lebih menitikberatkan pada momen-momen para remaja berumur 18 tahun. Tentang segala keluh kesah, masalah, segala macam tuntutan dan tekanan yang dihadapi, dan bagaimana masih labilnya mereka diumur segitu. Dan tentunya bagaimana para remaja ini mengalami yang namanya cinta pertama.

Overall... Moment At Eighteen adalah drama yang cukup menarik untuk ditonton dikala santai. Ceritanya ringan dan untuk beberapa bagian sangat relate dengan realita yang ada.

Sekian...

Happy Watching 😺🌞🌜

source: Asianwiki, JTBC
credit picture: (1)(2)(3)(4)(5)

Thursday, 3 October 2019

K-Drama: Chief of Staff (Aide) [Sinopsis & Review]

Chief of staff

Lee Jung Jae  as Jang Tae Joon
Shin Min Ah as Kang Sun Young
Lee Elijah as Yoon Hye Won
Kim Dong Jun as Han Do Kyung
Kim Gap Soo as Song Hee Seob
Jung Jin Young as Lee Sung Min

Sinopsis Singkat:
Jung Tae Joon merupakan lulusan Korean National Police University yang sebelumnya bekerja sebagai detektif. Karena menginginkan kekuasaan yang lebih tinggi ia memutuskan bekerja sebagai kepala staf seorang anggota majelis bernama Song Hee Seob. Kinerjanya sebagai kepala staff sangatlah baik, namun masih ada ambisi besar lainnya yang ingin dia capai.

Sementara itu Kang Sun Young adalah anggota majelis yang baru pertama kali terpilih, dan merupakan juru bicara dari partainya. Sebelumnya ia bekerja sebagai pengacara dan pembawa acara  stasiun televisi. Dia sangat ambisius dalam melakukan pekerjaannya. Ia dan Jang Tae Joon adalah sepasang kekasih yang menjalin hubungan rahasia.

Review:
Hal pertama yang membuat saya tertarik dengan drama ini adalah para cast-nya yang sangat menjanjikan, khususnya Lee Jung Jae yang didapuk sebagai lead male. Setelah 10 tahun vakum berakting di drama dan sibuk di project film. Chief of Staff dipilih sebagai drama comebacknya. Gara-gara itulah saya jadi ikut penasaran sama drama ini. Pasti ada sesuatu yang menjanjikan dari Chief of Staff. Karena begini...biasanya artis yang vakum lama akan lebih selektif memilih project drama comeback-nya. Dan terbukti, drama ini memang recommended sekali.
Chief of Staff dikemas sedemikian rupa sehingga nyaman untuk ditonton walau tema yang dibawa termaksud berat. Eksekusinya rapih dari awal sampai akhir. Memang di awal episode agak sedikit bingung untuk paham ceritanya karena lebih banyak pengenalan karakter yang lumayan banyak dan bikin PR untuk dihapal. Tapi selebihnya....kalau kamu sudah masuk ke ceritanya, yakin deh bakalan ketagihan dan penasaran untuk nonton sampai tamat. Apalagi karena jumlah episodenya cuman 10, alurnya dibikin padat dan fokus ceritanya gak melebar ke mana-mana.
Drama ini dari awal sampai akhir konsisten ngebahas politik, sampai part romance saja hanya kebagian porsi sedikit, tapi disatu sisi komposisi yang sepeti ini justru sangat pas sekali. Drama ini pembawaannya juga serius banget dari awal, tidak ada santai-santainya, yang nonton ikut kebawa frustasi 😅. Bagaimana tidak, karena tokoh-tokoh disini kebanyakan sangat licik dan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan mereka. Jangan kaget kalau menemukan tokoh yang bermuka dua, pepet kanan pepet kiri, dari kawan jadi lawan, dan dari lawan jadi kawan. Untungnya masih ada beberapa karakter yang normal, waras dan jujur, walau berat pula sebenarnya untuk mereka bertahan di lingkaran api penuh yang penuh kebusukan.
Chief of Staff bercerita tentang lika-liku perjalan Jang Tae Joon untuk bisa menjadi anggota majelis. Kenapa dia berambisi sekali? Karena niat baik dia untuk menolong orang selalu terganjal dengan status dia yang bukan siapa-siapa, dan tidak punya kekuasan lebih. Dan jalan untuk sampai ke posisi itu luar biasa panjang, terjal dan berat. Sampai ikut ngebatin kok kayaknya mau jadi orang baik susah amat 🙃. Bahkan demi bisa bertahan di dunia politik yang keras, segala jenis cara harus rela dilakukan. Jang Tae Joon benar-benar diuji dalam menentukan pilihan yang nantinya bisa memberikan dia benefit banyak.

Yup...Jang Tae Joon memang menjadi magnet utama dari drama ini. Ambisi dan tekat yang besar membuat dia sulit untuk di singkirkan. Benar-benar karakter yang cerdik, pintar dan berani ambil segala resiko. Walau dalam situasi terdesak dan tidak menguntungkan dia selalu punya jalan keluarnya. Selain itu, Park Jung Tae juga karakter yang sangat menguras emosi kita, hanya dari ekspresi yang ia tampilkan, kita akan tau seberapa berat jalan yang sudah ia lalui sampai di tahap itu, betapa frustasinya dia ketika masih ada saja yang menghadang jalannya, dan betapa dilemanya dia ketika harus dihadapkan dengan sebuah pilihan sulit. Dan Park Jung Tae sangat apik dimainkan oleh Lee Jung Jae. Aktingnya luar biasa. Contohnya bisa kamu liat di sepanjang episode yang sungguh menguras emosi jiwa raga. Sangat tidak disangka karena drama serius seperti ini ternyata bisa bikin kita terhanyut.
Jadi begitulah...dari segi cerita, alur, cast, akting, sampai eksekusi, Chief of Staff amat sangat rapih, bagus, memuaskan dan memenuhi ekspektasi saya. Apalagi jalan ceritanya sulit ditebak penuh dengan plot twist. Rasanya bisa masuk list drama politik terbaik yang pernah saya tonton. Yap...Sebagus itu memang drama ini. Yang sedikit membuat kecewa paling hanya ending drama ini yang sedikit diluar dugaan (ingin banting meja rasanya! (╯°□°)╯︵ ┻━┻ ), karena justru menambah tanda tanya yang belum terjawabkan. Bikin super penasaran.

Untungnya drama ini belum sepenuhnya tamat karna ternyata dibuat menjadi 2 season dan baru saja kemarin Chieff of Staff Season 2 diumumkan akan tayang pada tanggal 11 November. 2019. Yeay!!

Overall....kalau kamu memang menyukai drama dengan tema politik seperti drama ini, Maka tontonlah Chief of Staff. Sangat Recommended!
Sekian.
Happy Watching 🌙🆈🅰🅷🅾

sorce: Asianwiki
credit picture: (1)(2)(3)(4)(5)(6)

Saturday, 21 September 2019

K-Drama: Life (Review)

Life - 16 Episode

Lee Dong Wook as Ye Jin Woo
Jo Seung Woo as Go Seung Hyo
Won Jin Ah as Lee No Eul
Lee Kyu Hyung as Ye Sun Woo
Yoo Jae Myung as Joo Kyung Moon
Moon So Ri as Oh Se Hwa

Sinopsis Singkat:
Ye Jin Wook adalah seorang dokter di bagian unit gawat darurat yang memiliki kharisma dan hati yang hangat. Suatu hari, dia mendengar dari adiknya yang bernama Ye Sun Woo bahwa direktur rumah sakit yang sangat dikaguminya menggelapkan uang subsidi dari pemerintah. 

Dan pada malam itu, direktur rumah sakit meninggal setelah jatuh dari atap gedung. Kematiannya ditetapkan sebagai kecelakaan akibat dari serangan jantung, namun Ye Jin-Wook tidak mempercayainya.

Go Seung Hyo diutus sebagai presiden baru di Rumah Sakit Universitas Sangkook. Dia sangat dingin dan ambisius.  Dengan latar belakang sebagai pengusaha, ia ingin Rumah Sakit yang dikelolanya dapat memberikan profit besar. Namun mengelola rumah sakit tentu berbeda dengan mengelola sebuah bisnis. Berbagai gagasannya banyak ditentang oleh staff rumah sakit. 

Review:
Life dimulai dengan jalan cerita yang cukup bagus dan menarik pada awal episodenya. Walau memiliki alur yang berat saya cukup betah untuk mengikutinya. 

Karena drama ini kita jadi tau seperti apa manejemen sebuah rumah sakit berjalan yang ternyata tidak bisa dibilang simpel. Intrik-intrik yang disampaikan terkait ini sangat menarik untuk diketaui.


Namun sayangnya, semakin berjalan sampai pertengahan, sepertinya mulai dari episode 11, muncul banyak pertanyaan di benak saya. Sebenarnya alur dari Life ini mau dibawa ke arah mana yah? Apa yang kita dapat di ending nanti? Apa yang kita tunggu dari drama ini? idk intinya saya merasa sedikit bingung. Dan terbukti endingnya pun terasa hanya lewat begitu saja. Kurang berkesan.

Saya sadar drama dengan genre seperti ini pasti ada kemungkinan punya open ending. Dan memang benar seperti itu. Yang menjadi masalah adalah akar masalah yang ada di darama ini belum selesai seratus persen dan belum ada titik terang. Jadi ketika nonton episode terakhir reaksi yang bisa saya berikan adalah kebingungan, kok cuman begini saja yah...

Dari awal saya sudah tau drama ini bakalan fokus dengan manajemen dan kekuasaan di sebuah rumah sakit, maka saya pun tidak banyak berharap kalau drama ini akan punya banyak adegan medis seperti medical drama pada umumnya. Oleh karena itu, biarpun belatar di rumah sakit, Life rasanya sedikit kurang cocok disebut sebagai drama medis mengingat part medisnya senditi hanya sekitar10-20%. 

So...kalo dibilang kecewa, saya memang masuk tim yang kecewa dengan drama ini. Maybe karena saya punya ekspektasi super tinggi mengingat writer-nim Life adalah orang yang sebelumnya menulis Sectet Forest yang dinobatkan sebagai Best Screenplay. Dan mau tidak mau saya jadi membandingkan kedua drama ini, dan menurut saya Secret Forest masih lebih baik dari pada Life. Biarpun keduanya sama-sama drama dengan alur yang berat untuk diikuti, sama-sama bikin pusing selama ditonton, tidak bisa dibuat meleng sedetik pun, secara cerita dan eksekusi Life memang terkesan kurang rapih.


Dan menurut saya karakter Jin Woo disini pun kurang mendukung. I mean... saya setuju dengan ketidaksukaan dia terhadap manajemen rumah sakit yang sangat semena-mena dan terlalu pegang kendali. Tapi yang bikin saya geleng-geleng adalah cara yang dia pilih untuk melawan mereka. Ibaratnya karena dia tidak mau ngotori tangannya sendiri buat melawan, akhirnya malah main 'belakang' ala-ala taktik gerilya. Bikin gemes bercampur kesal karena cara yang dia pilih jadi membuat beberapa orang kena masalah. Dan puncaknya ada di episode 12 (yang penasaran silakan nonton sendiri) bertindak nothing to lose tapi dia tidak memikirkan akibat yang timbul untuk orang lain di sekitarnya.

So...kalau ditanya siapa karakter favorit, saya mohon maaf kalau Ye Jin Woo tidak masuk kedalam kriteria ini walaupun dia salah satu karakter utama. Ada 2 favorit saya, pertama Go Seung Hyo karena dari segi karater memang dia yang paling menarik, dan yang kedua adalah Oh Se Hwa seorang dokter perempuan yang punya aura powerful dari semenjak episode pertama.


Secara keseluruhan, walau Life punya kekurangan, drama ini tetap punya nilai plus-nya juga. Saya sangat suka dengan beberapa isu yang dibawa di drama ini khususnya tentang manajemen rumah sakit yang jarang dibahas di drama lain. Jadi informasi baru untuk diri saya sendiri. 
Overall masih masuk ke jajaran drama yang wort it untuk ditonton

Sekian....
Happy Watching ❤️

NB: saya nemu draft review drama ini yang ternyata dulu lupa di post. Terlanjur sayang untuk dibuang maka barulah hari ini saya posting :)

source: Asianwiki
credit picture: (1)(2)(3)(4)

Saturday, 6 October 2018

K-Drama: Your House Helper [Review]

Your House Helper
32 Episode
(1 ep = 35 min)

Ha Seok Jin as Kim Ji Woon
Bona as Im Da Young
Lee Ji Hoon as Kwon Jin Kook
Go Won Hee as Yoon Sang Ah
Seo Eun Ah as Han So Mi
Jeon Soo Jin as Kang Hye Joo

Sinopsis Singkat:
Kim Ji Woon adalah seorang house helper profesional. Selama bekerja ia sering mendengar berbagai kekhawatiran client-nya dan kemudian memberikan saran untuk masalah mereka.

Ketika sedang bekerja di salah satu rumah clien-nya ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Im Da Young. Ia pun lalu mulai bekerja sebagai house helper di rumah perempuan tersebut.

Review:
Kalau ditanya kenapa akhirnya ngikutin drama ini...jujur aja saya pun lupa persisnya gara-gara apa. Yang saya ingat saya nonton ini karna butuh tontonan ringan yang nggak berat, dan kebetulan aja...Your House Helper (YHH) setelah diicip 1-2 episode ternyata langsung bikin saya suka dan surprisingly jadi satu-satunya drama ongoing yang saya ikutin tepat waktu (tayang malam, besoknya langsung saya tonton), disaat 2-3 drama ongoing lain yang lagi diikuti saya keep untuk ditonton nanti-nanti saja.

Lalu kalau begitu...Apakah drama ini termaksud bagus??

IMO,  Sebenarnya YHH termaksud drama yang biasa-biasa saja...
Para cast-nya juga  bukan yang WOW sekali, beberapa pun saya lihat masih ada yang sedikit awkward aktingnya. Hanya saja.... cerita drama ini memang cukup bikin betah untuk kita ikuti, karena ceritanya ringan dan konflik yang ada disini pun tipe yang sering kita temui sehari-hari, somehow....kaya slice of life gitu sih. Memang alur drama ini agak lambat udah gitu ada pula part yang bikin 'sebel', tapi...mengingat progress tiap karakternya makin kebelakan juga makin keliatan perkembangannya, saya pun nggak bisa untuk nge-drop drama ini di tengah jalan. Ibaratnya...alur cerita drama ini diam-diam selalukasih kita alasan untuk teap lanjut nonton. Lagian...saya juga penasaran dengan ending semua karakter disini karena kisah mereka semua juga menarik untuk dilihat.

Yang paling amat saya suka dari YHH adalah...disini kita bisa ketemu dengan seorang House Helper bernama  Kim Ji Woon. Semacam karakter perfect (khas peran-peran yang sering diambil Ha Seok Jin), yang nggak cuman ganteng aja, tapi juga jago bersih-bersih. Udah gitu ditiap kesempatannya pun dia selalu memberi tahu kita (penonton) tips bebenah dan bersih-bersih yang berguna (gara-gara ini pun, saya jadi punya motivasi untuk bersih-bersih kamar dengan total). Lalu ditambah dengan sedikit kisah tambahan dari orang-orang yang menggunakan jasanya Ji Woon, yang kisahnya ini rata-rata selalu bikin hati jadi ikutan adem. Intinya....part 'cleaning' di drama ini memang adalah part terbaik disini! Pokoknya part yang paling bikin betah ditonton!

Cuman sayangnya...makin kebelakang kita akan semakin jarang dikasih part 'cleaning' itu. Kita pun akan semakin jarang melihat Ji Woon dateng dan bersih-bersih ke rumah client-nya yang lain. Padahal waktu nonton awal-awal episode, saya kira setiap minggu minimal bakalan ada 1 kasus/kisah/story tentang client-client nya Ji Woon itu. Ternyata, semakin kebelakang kita lebiih banyak dikasih pembahasan konflik yang dimiliki tiap karakter utama yang ada disini. Memang sih tadi diatas saya bilang kisah dan konflik karakter disini menarik, hanya saja karena progressnya kadang suka lama dan beberapa terkesan muter-muter kadang pun jadi bikin sedikit ilfeel.


Yowis...Sekiranya gitu aja sih. Kesimpulannya dalah...biarpun drama ini masih ada kekurangannya, menurut saya Your House Helper masih dalam tahap oke untuk diikutin sampe tamat. Termaksud drama yang santai, gak bikin pusing. Kalo penasaran silakan saja cek episode pertamanya....

Sekian
Happy Watching ✈✈✈


credit picture: (1)(2)

Tuesday, 28 August 2018

K-Drama: Children of A Lesser God [Review]

16 Episode

Kang Ji Hwan as Chun Jae In
King Ok Vin as Kim Dan
Sim Hee Seop as Joo Ha Min
Lee Elijah as Baek Ah Hyun

Sinopsis Singkat:
Chun Jae In adalah seorang detektif jenius ber-IQ tinggi yang sagat menyukai angka, fakta, dan logika. Sedangkan Kim Dan adalah detektif yang memiliki kemampuan supernatural yang dapat melihat momen kematian seseorang. Mereka berdua bisa dibilang punya kepribadian yang sangat berbeda, namun mereka memutuskan bekerja sama untuk mengungkap konspirasi yang melibatkan sebuah organisasi besar.

Review:
Di Mistress saya pernah bilang kalau udah lama banget kepingin nonton drama ini. Tapi akhirnya kepending karena pas awal tayang subtitlenya susah banget ditemui. Nah...sebulan yang lalu akhirnya saya sempat juga nonton ini. Sebenernya nggak ada alasan khusus kenapa nonton Children of A Lesser God, karena saya memang selalu suka sama drama-drama OCN yang rata-rata selalu punya cerita beda yang seru. Jadi drama ini pun sepertinya jaminan bagus aja sih seperti drama lainnya hehe.
Dari tema dramanya, Children of A Lesser God mengingatkan kita sama drama Save Me yang sama-sama ngebahas tentang perkumpulan sekte sesat (cult). Yang bikin beda tuh disini nggak se-dark Save Me yang detail banget nampilin luar dalam kegiatan cult mereka. Selain itu disini nggak cuman ngebahas sekte sesat aja karena konflik drama ini sebenarnya lebih kepada penyelesaian kasus kematian masal 24 tahun yang lalu yang berhubungan sama sekte sesat itu. Disamping itu drama ini juga punya unsur fantasy, dimana Kim Dan ini ceritanya punya kemampuan supernatural bisa melihat momen kematian orang (bagian ini pun mirip juga loh sama drama Black) walau sebenarnya part ini pun sedikit dibawah ekspektasi awal karena rasanya agak kurang konsisten dan ternyata hanya orang-orang tertentu saja yang bisa Kim Dan lihat momen kematiannya.

Kalau ditanya bagus atau enggak, menurut saya drama ini lebih ke menarik sih, khas dramanya OCN. Tiap episode selalu bikin kita bertanya-tanya. Lumayan banyak twist-nya juga, ceritanya suka nggak ketebak. Cuman...kalau menurut saya sih twist-nya masih biasa, nggak yang terlalu mindblowing dan sampe bikin bengong. Tapi memang secara keseluruhan masih seru sih.

Dan walau keliatannya drama ini gelap dan agak horor, masih banyak unsur komedi yang diselipin disini, jadi...tensi drama ini pun nggak yang selalu serius melulu.
Dan faktor tambahan kenapa saya bisa betah sama drama ini adalah karena disini ada karakter bernama Joo Ha Min yang ntah kenapa benar-benar menarik perhatian saya disini. Dibilang dia ini jahat, yah emang bener sih. Tapi nggak bisa benci juga sama karakter ini, yang ada malah ngerasa kasian, udah gitu memang kondisi dan keadaan juga yang maksa dia untuk jahat gitu. Demi bisa bertahan hidup,

Dan entahlah ini cuman saya aja yang ngerasa begini atau engga, rasanya kalau udah liat Joo Ha Min sama Kim Dan satu scene pingin banget saya ship-in, tapi yah namanya juga drama OCN...nggak bakalan sih dikasih romance sama mereka. Sekalinya ada pun paling tipis banget haha. Kaya misalnya hubungan Chun Jae In sama Kim Dan disini. Kayaknya sih mereka berdua ini ada apa-apanya, tapi yaudah sampai situ aja progresnya nggak lebih. Makannya akhirnya pun jadi liat mereka cuman sebatas rekan kerja senior junior aja.
Yaudah...segitu aja sih...dibilang suka tentu saja saya suka sama drama ini. Cuman...masih yang biasa aja kadarnya, masih ada drama lain yang lebih saya favoritkan. Tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, karena ini drama OCN kayaknya mesti juga kalian nyoba Children of A Lesser God nggak ada salahnya kok, apalagi yang emang seneng genre model gini, nggak akan bikin nyesel kok kalo ditonton hehe...

Sekian...
Happy Watching...

credit picture: (1 )OCN(2)(3)(4)(5)

Thursday, 23 August 2018

K-Drama: Wok of Love [Review]

Wok of Love/Greasy Melo
19 Episode

Lee Junho as Seo Poong
Jang Hyuk as Doo Chil Seong
Jung Ryeo Won as Dan Sae Woo

Sebenarnya saya nggak tau postingan ini bisa disebut sebagai review drama atau sebatas curhatan saja, karena sebenarnya drama ini cukup bikin saya kecewa selama ngikutin ongoing padahal sebelumnya ditunggu-tunggu banget.

Kalau kalian sering mampir blog ini, pasti tau kalau saya penggemar aktingnya Junho dari jaman dia main di Memory, dimana semenjak itu drama dia selalu saya tonton dan dibuat juga reviewnya. Jadi...ketika dia mau main di Wok of Love tentu drama ini pun otomatis masuk list tontonan juga. Apalagi lawan main dia disinin nggak main-main, ada Jang Hyuk dan Jung Ryeo Won yang menurut saya aktingnya udah jaminan bagus.
Tapi yah gitu...biarpun jejeran pemain utamanya bagus banget, kalau ceritanya nggak bisa bikin kita betah yah nyatanya susah juga untuk ngikutin drama ini. Dan saya beneran ngalamin ini pas nonton Wok of Love. Udah berusaha untuk lanjutin demi ketiga pemeran utama ujung-ujungnya nyerah juga, gak kuat. Dan ngerasa buang-buang waktu gitu. Akhirnya dengan berat hati pun memutuskan untuk lanjut baca recapan tiap episodenya aja di dramabeans biar cepat.

Padahal kalo dibilang bagus, Wok of Love ini pas baru-baru tayang termaksud bagus loh. Menghibur banget, ceritanya ringan, pipi sampai pegel sendiri karena dibikin senyum-senyum mulu, udah gitu Junho nya pun ganteng maksimal! Saya pun selalu nggak sabar nungguin kelanjutan drama ini setiap minggu. Cuman sayang... semua itu tidak berlangsung lama. Lewat pertengahan (ep 10 keatas) saya mulai bosan dan mulai mempertanyakan alur di drama ini. Dan kondisi pun sedikit diperburuk karena Wok of Love sempat nggak tayang selama 2 minggu karena ada Piala Dunia. Mau nggak mau kita jadi 'lupa' sama drama ini.
Awalnya saya no problem sama alurnya yang lambat. Tapi ternyata tetap nggak membantu walau udah disabar-sabarin. Saya merasa konflik yang ada di Wok of Love terlalu melebar kemana-mana, akhirnya bikin kita bingung fokus drama ini apa. Sebenarnya apa sih yang mau disampaikan disini? Belum selesai sama konflik A udah pindah ke konflik B, lalu tau-tau bahas konflik C, dan ketika konflik A udah lama nggak dibahas, tiba-tiba kemudian kembali dibahas lagi. Ceritanya loncat-loncat kesana kemari. Konflik utamanya sih tentang chef hotel bintang lima yang terpaksa 'pindah' ke restoran sepi milik gangster untuk balas dendam ke mantan atasannya. Tapi ini udah sampai pertengahan pun saya juga nggak tau progress dramanya udah sampai mana kalau misalnya disuruh ngejelasin, Sebingung itu loh...
  
Dan ngomongin jumlah episode, saya juga nggak paham kenapa drama ini bisa dapet slot 20 episode (Biarpun di cut jadi 19 episode pun masih tetap kebanyakan juga menurut saya) padahal dengan cerita yang terbilang cukup ringan dan nggak berat 16 episode rasa-rasanya udah cukup banget. Jadi yah kalo kaya gini kayaknya wajar juga sih kenapa plot nya jadi bahas kemana-mana. 

TAPI....mau sebanyak apapun kekurangannya, kalau Wok of Live udah balik fokus ke tema masak-masakannya, imo drama ini pun balik jadi lebih mengasikkan lagi. Adegan masaknya dijamin bikin kita ngiler dan lapar. Cara ngambil gambar makanannya itu loh...sangat mengundang. Jadi yah...agak menyayangkan juga sih kenapa part masak-masakan ini gak mendominasi dramanya, karena sebenarnya waktu belum nonton drama ini pun ekspektasi saya juga ngirannya seperti itu. Ternyata enggak...
Yaudah segitu aja sih... untuk akting, pemilihan cast dan chemistry, no comment karena menurut saya mereka udah menampilkan performance yang baik.  So kalau kalian mengesampingkan alurnya dan jumlah eps nya yang lumayan banyak,  kayaknya masih fine lah buat ngikutin drama ini,  lagian ceritanya termaksud ringan banget kok, gak dibikin capek mikir buat nontonnya. Intinya...semua balik lagi ke selera masing-masing aja sih.

Sekian..
Happy Watching..


creditpicture: (1)(2)(3)(4)