Showing posts with label Movie. Show all posts
Showing posts with label Movie. Show all posts

Monday, 3 August 2015

Anime: Hotarubi no Mori e


Hotarubi no Mori e - Cahaya dari Hutan yang dipenuhi kunang-kunang

Anime ini bermula ketika Hotaru yang masih berumur 6 tahun tersesat di hutan para Dewa, dimana banyak sekali arwah yang tinggal disitu. Rumor mengatakan bahwa orang yang tersesat di dalam hutan tersebut tidak akan menemukan jalan pulang. 

Hotaru yang berusaha mencari jalan pulang kemudian menangis karena ketakutan dan sendirian. Tangisnya berhenti saat ia mendengar seseorang memanggilnya. Ternyata dari balik pohon muncul seseorang laki-laki yang menggunakan topeng rubah.

Saturday, 25 April 2015

Watching: Love, Rosie


"No matter where you're or what you're doing or who you're with. It doesn't matter, it doesn't change it. I always have and I always will, honestly, truly, completely love you"


Hello...I'm back with another film.... It's 'Love, Rosie

Kalau boleh cerita, awalnya saya engga pernah tau sama sekali dengan film ini. Sampai suatu hari, ketika saya lagi asik ngecek TL twitter, scroll ke atas, scroll ke bawah... saya ngeliat sebuah account twitter yang lagi bahas film ini yang entah kenapa langsung menarik perhatian saya...and then sudah jadi kebiasaan... langsung deh saya pergi ke youtube buat sekedar cek trailer nya. Yang belum liat coba diliat dulu deh. Kalau saya sih, sekali nonton trailernya langsung suka banget :3


Sunday, 29 March 2015

Watching: Insurgent


YAASSS!! Finally, I watched Insurgent!!

Selasa kemarin kayaknya lagi beruntung banget. Jarang-jarang yang biasanya selasa jadi hari paling melelahkan dan menyebalkan (sehari ada 3 matkul) tiba-tiba jadi hari yang menyenangkan...

Ketika rencananya mau nonton Insurgent 'terpaksa dan di bela-belain' hari jumat aja. Tiba-tiba pas kemarin mau kelas jam 10, dapet kabar kelasnya ditiadakan, akhirnya dari pada  engga jelas di kampus nunggu sampai jam 4 sore, mending saya nonton Insurgen saat itu juga *YEAH* ... dari pada jumat, sudah mahal, bisanya malem pula.... cus lah kita.....

Insurgent ini merupakan adaptasi dari novel karangan Veronica Roth. Untuk novelnya sendiri pun saya sengaja engga mau baca novelnya dulu sebelum nonton filmnya. Alasannya sih... biar saya engga membuat ekspektasi yang terlalu tinggi sama film ini, selain itu juga biar pas lagi nonton jadi ngerasa penasaran gitu, karena engga tau alur ceritanya. Soalnya pengalaman banget pas nonton Hunger Games sampai yang terakhir Mockingjay Part 1, karena sudah baca bukunya, saya jadi tau alur ceritanya dan jadi engga penasaran lagi, yang seharusnya adegan 'itu' sebenernya seru banget, tapi karena sudah tau, feel nya jadi biasa aja.... bahkan kalau saya sudah baca bukunya, pasti nanti akan saya banding-bandingkan filmnya dengan bukunya

Sebenarnya, saya sudah menunggu-nunggu film ini dari Desember lalu. Ngikutin banget setiap foto, trailer, preview, teaser yang keluar atau semacamnya deh... Nah dari situ, saya jadi tau ada beberapa orang yang komentar bahwa ada adegan di film yang sama sekali engga ada di bukunya. Untunglah saya belum baca novelnya 

Oke....time to watching Insurgent and meet Theo James, Ansel Elgort, and Miles Teller...>.<
Yap benar! saya memang suka banget sama mereka bertiga. Biarpun awalnya sebel banget sama karakter Peter, seiring berjalannya waktu, jadi suka juga hhe. Beruntungnya Shai dikelilingi mereka :3

By the way, sebenernya engga terlalu suka sama Tris yang beramput pendek.... entah kenapa lebih prefer dan cocok ketika dia berambut panjang sih haha. Oh iya, selama film nya tayang sebenernya saya juga agak 'sedikit' kesal sama karakter Tris sih... keras kepala, emosian, gampang banget terpengaruh, untung banget, Four sabar banget menangani Tris wahaha biarpun ujung-ujungnya yah suka-suka Tris juga pfftt... mending Four buat saya aja...

Pas nonton kemarin, entahlah..... saya ngerasa 'skip' banget sama film ini, Banyak kelewat adegan atau dialog penting yang bikin saya rada bingung sama jalan ceritanya. Dia kenapa bisa begini? Kenapa bisa begitu? Yah I don't know lah :I

For ending of this film.... sebagai orang yang belum baca novelnya dan engga tau apa-apa... saya ngerasa endingnya cukup engga ketebak, saya engga pernah ngira-ngira endingnya bisa kaya begitu *terperangah* (yeah ini nih feels yang pingin saya dapetin kalo lagi nonton). Tapi saya pun ngerasa bahwa ending dari insurgent yah cocok jadi ending dari cerita divergent.... gak perlu dilanjutin ke Allegiant juga kayaknya bisa-bisa aja wahaha *ngaco*

For the last, event thought rada 'sedikit' sebel sama tris, saya tetep suka sama insurgent ini. 

Oke...semangat menunggu satu tahun lagi for Allegiant Part 1.....


credit picture: wikipedia

Friday, 9 January 2015

Movie: Timeline [Sinopsis Singkat]


Halo.... kali ini saya mau coba kasih sinopsis singkat film thailand yang baru saya tonton kemarin. Judulnya adalah Timeline. Film ini bergenre romance * yeay kesukaan saya banget*. Film ini rilis tahun 2014, jangan sampai salah yah, soalnya ada pula film thailand yang judulnya sama tapi ceritanya beda banget. Oh iya pesan saya nih kalau mau nonton film ini siapin tisu, siapa tau kamu nangis :")

Yang saya suka dari film ini tuh, dari awal sampai akhir tidak cuman menceritakan dua tokoh utamanya, yaitu Tan dan June, tapi menceritakan Ibunya Tan juga, Mat.

Awal cerita bermula dari Mat yang harus merawat anaknya sendirian dan juga merawat perkebunan strawberry impian suaminya karena suaminya telah tiada. Selama itupula Tan merasa bahwa ibunya selalu berharap agar dia bisa seperti ayahnya. Oleh karena itu, demi lepas dari obsesi ibunya, diapun memilih melanjutkan kuliah di Bangkok, meninggalkan kampung halamannya.

Di Bangkok, banyak sekali perbedaan yang harus dihadapi, mulai dari cara pakaian, sampai kebiasaan mereka yang suka minum-minum. Malahan gara-gara mabuk, paginya dia terlambat menghadiri ospek. Beruntung dia tidak sendirian, ada June yang terlambat pula. Semenjak itu mereka berdua menjadi teman dekat sampai June menyukai sendiri temannya itu...

Tadi udah saya bilang kan, film ini juga menceritakan mengenai Mat, ibunya Tan.
Tan yang awalnya sering menelpon ibunya, lama-kelamaan mulai jarang menelpon. Setiap Mat mencoba menelponnya, Tan tidak pernah mengangkatnya. Tan tidak pernah tau kalau sebenarnya Ibunya kesepian disana, dia juga tidak pernah tau kalau perkebunan strawberry milik ibunya saat itu lagi menghadapi masalah keuangan, untungnya ada Wat yang selalu membantu Mat. Sayangnya Mat tidak pernah menganggap lebih perhatian Mat, yang sebenarnya suka sama dia.

Balik ke hubungan Tan dan June. Gara gara Tan diajak nonton sama June, dia ketemu senior bernama Orn yang merupakan sepupu June dan langsung tertarik saat itu juga. Semenjak itu, Tan selalu berusaha untuk mendekati Orn tanpa memperdulika June. Saat June mendapatkan beasiswa ke Jepang pun Tan tidak pernah tau, karna setiap June mau membahas masalah itu, selalu aja Tan tidak bisa karena lebih mementingkan Orn. Hingga akhirnya saat Tan sadar bahwa Orn hanya memanfaatkan dia saja, June sudah terlebih dahulu pergi ke jepang.

Kelanjutannya.... 
Coba tonton sendiri yah, gak mau spoiler sama endingnya... Pokoknya film ini cocok banget sama kalian yang lagi pingin bergalau-galau ria...

credit picture: (here)

Thursday, 30 October 2014

Watching: The Giver

*Mengandung sedikit spoiler*


Pertama kali liat trailernya beberapa minggu lalu, langsung memutuskan untuk nonton film ini di bioskop!

Film ini lagi-lagi pingin saya tonton karna adaptasi dari novel dengan judul yang sama karangan Lois Lowry. Sayangnya berhubung budget gak ada, saya belum baca juga novelnya, jadi emang gak tau ini film tentang apa. intinya saya cuman sukaaa ;)

Tapi eh tapi, entah sayanya yang gak ngikutin perfileman bioskop di indomesia atau emang gak merhatiin. Saya beneran gak tau loh sebenernya ini film udah tayang di Indonesia atau belum. Saya sih ngerasanya di bioskop tempat saya biasa nonton belom ada, entahlah -____-

Sampe-sampe iseng googling, malah nemu link download-nya berikut subtitlenya. Langsung deh kita download.

Setelah nunggu lama sampe ketiduran, akhirnya penantian panjang selesai juga. Saya buka filmnya dan kemudian heran kenapa durasi film nya cuman satu setengah jam. Kok bentar banget yah? Konflik di ceritanya bakalan selesai tuh? Agak kecewa kenapa sebentar banget.....

Oke secara singkat dan sebatas pemahaman saya setelah nonton film ini.  The Giver bercerita tentang suatu kehidupan dimasa depan yang dibuat setelah terjadinya kehancuran. Biar gak ada kehancuran, perpecahan lagi diantara mereka maka 'Komunitas' membuat sebuah tempat yang 'sempurna' tempat dimana penduduk selalu taat, teratur dan sopan satu sama lain. Mereka sama sekali gak punya ingatan rasa ketakutan sama kesakitan yang merupakan pemicu terjadinya perpecahan.

konflik mulai muncul ketikanJonas sebagai penerima ingatan harus menerima ingatan rasa sakit orang-orang sebelumnya dari pemberi ingatan. Dia merasa bahwa apa yang dilakukan komunitas itu salah, karna gak seharusnya emosi mereka diatur. Iya... setiap hari mereka juga harus rutin menerima suntikan, buat menstabilkan emosi mereka. Bahkan ketika dia liat ayahnya yang bertugas sebagai perawat bayi ngasih suntikan mati untuk bayi yang gak siap (gagal) dikasih ke orang tua adopsinya, ayahnya beneran gak ngerasa bahwa perbuatan itu salah. Mereka cuman ngira bahwa 'peraturannya emang begini loh'. Tapi Jonas dan Sang Pemberi sepakat bahwa hal tersebut salah, dan mereka harus merubahnya. Caranya.....? Jonas harus bisa melewati (menembus) medan yang dibuat. 

Komentar saya setelah nonton cuman bisa bilang, 'cuman segini aja nih?"

Tapi emang seriusan deh, saya ngerasa konflik yang ada  diceritanya gak diulas sampe dalem. cuman begini, begitu, terus selesai deh.

Sama satu lagi..... saya agak keganggun dengan film yang warnanya dibuat hitam-putih gitu. Jadi warna hitam-putih itu sebenarnya menggambarkan tentang keadaan mereka yang teratur itu lah, gak ada perbedaan satu sama lain. Sedangkan kalo filmnya lagi bewarna *duh apalah ini sebutannya, gak tau* itu karna diliat dari sudut pandang Jonas. Tapi karna terlalu banyak hitam putihnya saya ngerasa puyeng liatnya...(oke ini emang komentar pribadi*

Oke segitu saja.... overall biarpun konfliknya gak dibawa secara dalem, saya masih suka sama ceritanya, kaya ngajarin tentang kehidupan gitu, ada pesan positifnya dari film ini. jadi masih bisa lah untuk jadi list film yang bisa ditonton.

Sekian :)


credit picture: en.wikipedia.org

Saturday, 25 October 2014

Watching: Maze Runners



Sebenernya sejak awal gak ada niatan untuk nonton The Maze Runner. Bahkan kalau saya ga iseng buka youtube dan ga sengaja nemu video trailernya mungkin saya ga tau apa apa sama film ini.

Beruntungnya saya cukup tertarik sama film-film yang di adaptasi dari novel dengan genre dystopian kaya Divergent sama The Hunger Games, alhasil yang tadinya gak mau nonton jadi mau nonton.

Berhubung saya belum baca novelnya, jadi sejak film ini diputer bener-bener ga ada bayangan alur cerita di film ini kaya apaan. Ngeblank parah, Tapi sisi positifnya adalah saya jadi gak berespektasi tinggi sama film ini, dan selama nonton malah lebih asik karena selalu ada kejutan-kejutan tak terduga dari film ini. 

Beruntung deh pas nonton, bioskop nya lagi sepi dan banyak bangku kosong, termaksud disebelah saya. Kalau rame mungkin bisa malu kali yah, selama nonton malah kebanyakan teriak saking menegangkannya ini film. Selain menegangkan bisa dibilang film ini lumayan menakutkan bagi saya.  Terlalu banyak hal-hal mengagetkan muncul, macam film horroh. Oke.... emang saya paling lemah  nonton film horror. 

Pokoknya film ini tuh seru, menegangkan, histeris dan lain-lain campur aduk jadi satu deh >_<

Adegan yang lumayan bikin menegangkan dan capek adalah saat Thomas mau nolongin Minho dan Alby yang mau keluar dari labirin, tapi labirin keburu ketutup dan mereka bertiga malahan gabisa keluar, dan harus berhadapan sama Grievers, yang merupakan robot laba-laba yang selalu keluar malem malem dan memangsa mereka yang terjebak di labirin. Kenapa saya bilang adegan ini capek buat ditonton??? yah karna saya ngerasa adegan ini muncul ketika film masih diputer di bagian awal-awal. Emang ini film dari menit awal sampe menit akhir banyak banget tensi nya

Menurut saya tokoh yang cukup berpengaruh di The Maze Runners selain Thomas adalah Minho. Kenapa?? karna saya rasa tanpa petunjuk dari Minho yang notabene merupakan satu-satunya orang yang hapal luar kepala sama struktur labirin, saya rasa Thomas ga akan bisa buat mereka keluar dari misteri labirin. 

Dan actually saya juga lebih suka Minho sih haha, salah banget pake ada aktor korea disana kekekeke.

Oke segitu aja komentar saya sama film ini, sebenernya tulisan ini lama banget jadi, saya nulisnya di aplikasi blogger yang ada di hape android, tapi nulisnya dalam keadaan hape gak terkoneksi sama internet dan ternyata malah buat masalah -___-, tulisannya sih ke save, tapi gak bisa kebuka, alhasil draf yang udah jadi itu hilang, dan saya baru sempet nulis ulang lagi sekarang. mian ;)


credit picture: moviepilot.com